PARIMO, theopini.id – Menteri Sosial (Mensos), Tri Rismaharini mengajak Nazril Rasyit, anak penyandang disabilitas Cerebral Palsy untuk menjalani terapi ke Solo, Jawa Tengah.
Nazril Rasyit, yang datang didampingi neneknya bersama Mina, merupakan satu dari sejumlah anak penyandang disabilitas yang ditemui Menteri Risma saat berkunjung ke Kecamatan Sausu, Kabupaten Parigi Moutong (Parimo), Sulawesi Tengah, Selasa, 5 Maret 2024.
Baca Juga: Mensos Minta Orang Tua Tak Sembunyikan Anak Penyandang Disabilitas
“Untuk disabilitas, di sini ternyata banyak anak kena Cerebral Palsy. Yang menurut saya, masih bisa diselamatkan, akan kita rujuk ke Solo,” kata Menteri Risma.
Menurutnya, Sentra milik Kementerian Sosial (Kemensos) di Solo memang memiliki spesialis terapi Cerebral Palsy.
Dalam kunjungannya dibeberapa provinsi lain, anak penyandang disabilitas Cerebral Palsy yang dirujuk ke Sentra Kemensos tersebut, kembali dalam kondisi bisa berjalan dan beraktivitas normal.
“Seluruh biayanya, akan kami tanggung. Begitu juga dengan keluarga yang mendampingi,” ujarnya.
Kemudian, Kemensos akan mengupayakan pelatihan terapi untuk orang tua penyandang disabilitas yang anaknya dalam kondisi berat di Kecamatan Sausu.
Sebab, bila anak penyandang disabilitas Cerebral Palsy tidak cepat ditangani kondisi ototnya akan semakin kaku, mengeras, dan tak bisa berbuat apa-apa.
“Kalau dia (anak penyandang disabilitas) tidak bisa berbuat apa-apa, akan merepotkan siapapun. Karena semuanya, tidak bisa digantungkan ke orang tuanya,” imbuhnya.
Minimal, kata dia, anak penyandang disabilitas dapat melakukan aktivitas sehari-hari sendiri, tanpa bergantung lagi dengan orang tuanya atau orang lain.
Menteri Risma berjanji akan terus memantau anak penyandang disabilitas di Kecamatan Sausu, dan memberikan bantuan peralatan.
“Camat dan kepala desa tinggal siapkan ruangan, petugas Kemensos akan secara rutin (datang) mengajari bagaimana memberikan terapi kepada anak-anak itu,” pungkasnya.
Diketahui, cerebral palsy atau lumpuh otak adalah sekelompok gangguan yang memengaruhi gerakan dan koordinasi otot.
Baca Juga: Pemerintah Kecamatan Sausu Siap Sambut Kunjungan Mensos Risma
Dalam Kunjungan Kerja (Kenker) Menteri Risma, juga dirangkaikan dengan penyerahan bantuan ATENSI, berupa 100 paket sembako, tiga kursi roda, tiga kursi Cerebral Palsy, tiga KRUK, tiga tongkat kaki, 40 alat bantu dengar, dan 20 tongkat adaptif.







Comments 4