Pendukung Pasangan Isram-Nasar Ancam Segel Kantor PPK dan PPS di Parimo

PARIMO, theopini.idMasa pendukung pasangan Isram Said Lolo dan Nasar Pakaya mengancam akan menyegel seluruh kantor PPK dan PPS di Kabupaten Parigi Moutong (Parimo), Sulawesi Tengah.

Hal itu, disampaikan saat aksi demontrasi di depan Kantor KPU Parimo, pasca pasangan Isram-Nasar dinyatakan Tidak Memenuhi Syarat (TMS), untuk lanjut ke tahap Verifikasi Faktual (Verfak) kedua syarat dukungan calon perseorangan dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2024.

Baca Juga: Pasca Dinyatakan TMS, Masa Pendukung Isram-Nasar Datangi KPU dan Bawaslu

“Jika dalam tiga hari, KPU Parimo tidak bernegosiasi dan membatalkan putusannya, kami akan lakukan penyegelan sekretariat di tiap kecamatan,” ungkap Bakal Calon Bupati jalur perseorangan, Nazar Pakaya Saat Berorasi Di depan Kantor KPU Parigi Moutong, di Parigi, Rabu, 31 Juli 2024.

Aksi penyegelan yang akan dilakukakan nanti, kata dia, bentuk tanggung jawab anggota PPS.

Sebagaimana Tupoksi PPK, sebagai penyelenggara berfungsi untuk melakukan Verifikasi Administrasi (Vermin).

Sebab, berdasarkan informasi yang di terima, anggota PPS tidak serius melakukan tugasnya saat pelaksanaan Vermin syarat dukungan.

“Sesuai informasi mereka kebanyakan hanya tertawa, dan sering bernyanyi,” ujarnya.

Sebelum ditetapkan sebanyak tiga ribuan syarat dukungan yang Memenuhi Syarat (MS), ia bersama timnya dalam masa Vermin telah mendapatkan informasi dari salah satu oknum, bahwa jumlah syarat dukungan pasangan Isram-Nasar telah menyentuh angka 10 ribu.

Baca Juga: Dinyatakan TMS, Isram Said Lolo Akan Sengketakan KPU Parimo

Sehingga, ia menilai KPU tidak profesional dalam mengutus verifikator, bahkan terdapat unsur kesengajaan.

Pantauan media ini, aksi demo yang dimulai dari kantor Bawaslu sejak pukul 14.00 WITA, berakhir dengan ultimatum memberikan waktu tiga hari ke KPU Parimo, untuk memberikan jawaban terhadap tuntutan pasangan Isram-Nasar.

Komentar