PALU, theopini.id – Ahmad Ali meminta agar para aktivis mahasiswa terus merawat demokrasi dengan cara-cara elegan.
Ia juga mendorong agar kelompok-kelompok aktivis tidak terlibat politik praktis, dengan menjadi Tim Sukses (Timses) kandidat tertentu, pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada).
Baca Juga: 17 Parpol di Sulteng Berkomitmen Ciptakan Pemilu Damai
Hal itu ditegaskan Ahmad Ali saat menerima kunjungan kelompok Cipayung Plus di kediamannya pada Kamis, 15 Agustus 2024 siang.
Pada kunjungan itu, Cipayung Plus yang terdiri dari 11 organisasi kemahasiswaan mengajukan sejumlah pertanyaan dan gagasan kepada Ahmad Ali, mantan aktivis HMI yang kini bakal ikut berkontestasi pada pemilihan kepala daerah di Sulawesi Tengah.
“Dari semua calon yang muncul saat ini, tentu saja kami berpihak pada calon yang punya rekam jejak aktivis, karena sebagai sesama aktivis kita punya pengalaman yang sama bagaimana bertahan hidup di tengah idealisme yang diperjuangkan,” ungkap Alif Feraldi (Badko HMI).
Olehnya, ia bersama rekan-rekannya di Cipayung Plus berharap, Ahmad Ali mau untuk diskusi terbuka agar publik diberi ruang seluas-luasnya, agar mengetahui apa yang akan dilakukan bagi daerah ini, bagaimana dan kenapa hal itu harus dilakukan.
“Dan pertanyaan penting adalah kenapa kak Mat maju bertarung saat ini,” tandasnya.
Menanggapi hal itu, Ahmad Ali menantang agar Cipayung Plus menggelar diskusi terbuka dengan menghadirkan khalayak luas, termasuk bagi mereka yang ingin beradu gagasan dengan bakal calon gubernur tersebut.
“Tanggung jawab moral kita sebagai aktivis, adalah merawat perbedaan. Karena itu, saya tantang Cipayung Plus kapan mau diskusi terbuka. Silahkan kumpulkan siapa saja yang selalu mempertanyakan saya baik secara pribadi maupun apa yang saya lakukan selama ini. Juga mereka yang mau adu gagasan,” tegasnya.
Menurutnya, diskusi terbuka penting dilakukan agar dapat mengedukasi masyarakat yang selama ini, selalu terbuai dengan politisi tanpa melihat rekam jejaknya.
“Kan terbuka sekali kalau sudah musim politik seperti ini banyak mendadak jadi orang baik, empati, tapi ujung-ujungnya ketika sudah memerintah, (masyarakat) kecewa. Karena apa yang pernah diucapkan tidak menjadi kenyataan. Ini saya mau, kita kupas tuntas berdasarkan rekam jejak dan data,” katanya.
Namun begitu, ia menekankan agar para aktivis yang ingin menggelar diskusi terbuka bersama para kandidat, tidak terlibat sebagai Timses.
Baca Juga: Ahmad Ali Beri Beasiswa ke Lulusan Terbaik UNTAD Palu untuk Lanjut S2
“Sekali lagi saya tegaskan agar forum yang nanti kalian buat, harus dalam koridor menggali dialektika, dan jangan sekali-sekali menjadi Timses,” tandasnya.
Cipayung Plus sendiri terdiri dari 11 organisasi kemahasiswaan yang mempunyai struktur kepengurusan dari pusat hingga ke daerah. ***







Komentar