PARIMO, theopini.id – Ketua Pengurus Cabang Ikatan Apoteker Indonesia (IAI) Parigi Moutong (Parimo), Sulawesi Tengah, Mohammad Basuki meminta Pemerintah Daerah (Pemda) memperhatikan kesejahteraan tenaga apoteker, khusunya di rumah sakit.
“Saat ini, masih banyak tenaga apoteker di Kabupaten Parimo berstatus tenaga kontrak,” ungkap Ketua Pengcab IAI Parimo, Mohammad Basuki, pada peringatan Hari Apoteker Sedunia, di Parigi, Kamis, 26 September 2024.
Baca Juga: PC-IAI Parimo Gelar Seminar Kefarmasian dan Korfercab
Menurutnya, tenaga apoteker yang saat ini berkerja di RSUD Anuntaloko Parigi belum mendapatkan kenaikan insetif jasa.
Padahal, tenaga apoteker di seluruh Puskesmas telah mendapatkan kenaikan insentif sebesar Rp2,5 juta dari Rp1,5 juta, hasil peran serta Dinas Kesehatan Parimo.
Sementara, kata dia, di RSUD Anuntaloko Parigi telah membuka pelayanan pengobatan Kanker, Jantung, Strok, Underogi (KJSU), yang membutuhkan tenaga kesehatan, khususnya apoteker.
“Saya berharap Pemda Parimo bisa memperhatikan jasa mereka yang berkerja di rumah sakit,” tukasnya.
Ia pun berharap, Pemda Parimo dapat membuka formasi tenaga apoteker pada penerimaan ASN Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kontra (PPPK) pada tahun beritakunya.
Sebab, tenaga apoteker yang berkerja di fasilitas kesehatan milik Pemda Parimo, jumlahnya sangat banyak.
Menanggapi hal itu, Pj Bupati Parimo, Richard Arnaldo mengatakan, Pemda akan mengakomodir seluruh tenaga honorer, termasuk apoteker untuk menjadi ASN PPPK secara berjenjang.
Baca Juga: PC-IAI Parimo Launching Program Inovasi Randa Ntovea
“Untuk tahun ini, dibuka formasi bagi dokter, apoteker dan tenaga ahli lainnya,” tegas Pj Bupati, pada kesempatan yang sama.
Dengan formasi tersebut, ia memastikan, peluang bagi tenaga apoteker untuk terangkat sebagai ASN PPPK, sangat terbuka lebar.







Komentar