PARIMO, theopini.id – Majelis Ta’lim (MT) Ummu Khadijah menggelar Rihlah Rajab Mulia dengan tema “Penguatan Solat dalam Keluarga” di Desa Lebo, Kecamatan Parigi, Kabupaten Parigi Moutong (Parimo), Sulawesi Tengah, Minggu, 26 Januari 2025.
“Kegiatan ini, merupakan ajang silaturahim yang rutin dilakukan oleh MT Ummu Khadijah Parigi, untuk mempererat silaturahmi antara majelis ta’lim,” ujar Ketua MT Ummu Khadijah Parigi, Amelia Idris.
Baca Juga: Salimah Parimo Gelar Kajian Muharram di Lapas Kelas III Parigi
Ia menjelaskan, Rihlah adalah kata dalam bahasa Arab yang berarti perjalanan. Dalam Islam, dapat diartikan sebagai perjalanan dengan tujuan khusus, seperti mencari ilmu, ibadah, atau wisata.
Rihlah memiliki banyak manfaat, baik bagi pribadi maupun rohani. Selain itu, dapat menjadi kesempatan untuk mengkaji, mensyukuri, dan mengagumi keindahan ciptaan Allah SWT.
Beberapa jenisnya, yakni rihlah ilmiah yang merupakan perjalanan untuk mencari ilmu, dan sering dilakukan para ulama dan cendekiawan Muslim.
Selain itu, rihlah ukhuwah fillah ialah perjalanan untuk mempererat hubungan persaudaraan di antara sesama muslim.
“Kemudian rihlah dakwah merupakan perjalanan untuk mengkonsolidasikan program-program majelis,” jelasnya.
Ia berharap, ilmu yang didapatkan pada kegiatan ini, bisa bermanfaat bagi diri sendiri dan untuk masyarakat luas.
Semntara itu, Pembina MT Ummu Khadijah Parigi, Muslimah MQ mengatakan, MT merupakan mitra pemerintah dalam upaya pencerdaskan, dan penyadaran masyarakat mengenai berbagai macam permasalahan social, khususnya yang berkaitan dengan kaum perempuan dan anak.
“MT Ummu Khadijah adalah salah satu MT yang diikuti para jemaah perempuan dan dibentuk agar kaum ibu dapat mempelajari ajaran islam dengan baik dan benar,” jelasnya.
Baca Juga: Marajut Silaturahmi, Pemda Sigi Gelar Zikir Akbar
Sebab, peran kaum perempuan dalam rumah tangga, sangat penting, salah satunya meningkatkan sumber daya manusia dan perekonomian keluarga.
Kegiatan ini, dihadiri KH Muh Qosim Abd Majid sebagai pembawa Mauidzoh serta MT Nurul Muttakim Ampibabo, WIA Desa Lebo dan wali santri Pondok Pesantren (Ponpes) Ittihadul Ummah.







Komentar