PARIMO, theopini.id – Anggota Komisi IV DPRD Sulawesi Tengah dari fraksi Gerindara, Hj Zalzulmida A Djanggola menggelar reses di Kelurahan Kampal, Kabupaten Parigi Moutong (Parimo), Kamis, 30 Januari 2025.
Selain menjaring aspirasi, dalam resesi ini Zalzulmida menyampaikan penundaan program Lanjut Usia (Lansia) pada 2025.
Baca Juga: Reses DPRD Sulteng, Hartati Jaring Aspirasi Masyarakat Parimo
“Ini perlu saya sampaikan, agar masyarakat tidak berasumsi kalau program ini sudah ditiadakan,” kata Hj Zalzulmida A Djanggola, dalam sambutannya.
Ia menjelaskan, penundaan program yang telah dimulainya sejak 2018 tersebut, karena keterbatasan waktu penginputan data ke sistem.
Selain itu, kualitas jaringan yang buruk juga menjadi salah satu hambatan dalam proses penginputan data program.
Padahal, rencananya besaran bantuan Lansia akan ditingkatkan dari Rp150 ribu menjadi Rp 200 ribu per bulan.
“Mereka (staf) sudah berkerja sangat maksimal. Bahkan sampai lembur demi kelancaran sistem itu,” katanya.
Dengan adanya penundaan tersebut, dipastikan sebanyak 1.150 Lansia di Kabupaten Parimo yang terdaftar, tidak akan menerima bantuan untuk beberapa bulan ke depan.
Baca Juga: Longki Minta Masyarakat Parimo Hadiri Semua Reses Anggota DPR RI Dapil Sulteng
Ia berharap, para Lansia penerima manfaat tidak beranggapan bahwa program yang dirintisnya tersebut, tidak lagi dilaksanakan ke depan.
“Ini akan dilaksanakan, jika penginputan dibuka pada waktu berikutnya. Kemungkinan September atau November 2025, programnya kembali jalan,” pungkasnya.












