PALU, theopini.id – Wakil Gubernur Sulawesi Tengah dr Reny A Lamadjido melepas Mubalig Tim Safari Ramadan 1446 H/2025 M di Palu, Senin, 24 Februari 2025.
“Terima kasih kepada para Mubalig yang telah hadir. Saya berpesan agar bisa memberikan kenyamanan dan keharmonisan kepada seluruh masyarakat Sulawesi Tengah melalui kegiatan Safari Ramadan,” kata Wagub Reny A Lamadjido, dalam sambutannya.
Baca Juga: PJ Bupati Sambut Kunjungan Tim Safari Ramadan Pemprov Sulteng
Ia mengatakan, Safari Ramadan menjadi momentum yang sangat penting bagi umat muslim untuk mempererat tali silaturahmi, meningkatkan kualitas ibadah, serta memperdalam pemahaman agama.
Ia menekankan, kegiatan ini tidak hanya sebagai sarana untuk meningkatkan ukhuwah Islamiyah, tetapi juga memperkenalkan nilai-nilai kebaikan yang dapat memperkuat harmoni antar umat beragama di Sulawesi Tengah.
“Safari Ramadan ini adalah wadah bagi para Mubalig untuk menyampaikan dakwah dan berbagi ilmu kepada masyarakat di berbagai daerah, sekaligus mempererat hubungan antara pemerintah dengan masyarakat,” ujarnya.
Ia berharap agar seluruh kegiatan ini dapat berjalan dengan lancar dan membawa manfaat bagi umat.
Kegiatan Safari Ramadan, akan berlangsung di 183 masjid se-Sulawesi Tengah, yang diharapkan semarak kebersamaan dalam menjalankan ibadah semakin meningkat, dan memberikan dampak positif bagi pembangunan moral dan spiritual masyarakat Sulawesi Tengah.
Sementara itu, Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat Awaludin menjelaskan, kegiatan ini bertujuan untuk memupuk jalinan silaturahim antara pemerintah dengan ulama serta membangun ukhuwah islamiyah. Sehingga, tercipta hubungan harmonisasi dalam bingkai NKRI.
Baca Juga: DPR Sulteng Gelar Rapat Paripurna Penetapan Gubernur Dan Wakil Gubernur Terpilih
Selain itu, untuk menanamkan pada masyarakat pentingnya nilai-nilai silaturahim antar umat beragama.
“Nilai-nilai tersebutlah yang nantinya berfungsi sebagai wahana instropeksi diri dalam kehidupan yang dijalani, guna memperbaiki perilaku yang menyimpang dari nilai-nilai islam,” pungkasnya.







Komentar