ISL Bakal Pimpim Ribuan Masa, Tuntut Penghina Guru Tua Segera Diproses Hukum

PARIMO, theopini.idKetua Umum Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Format Kabupaten Parigi Moutong (Parimo) Sulawesi Tengah, Isram Said Lolo (ISL) akan memimpin ribuan masa untuk menggelar aksi demo menuntut penghina guru tua segera diproses hukum.

Hal ini, merupakan buntut dari pernyataan Fuad Plered yang menghina Habib Idrus Bin Salim Al Jufri (Guru Tua) beberapa waktu lalu.

Baca Juga: ISL Tegaskan PEKNAS Hadir untuk Kesejahteraan Masyarakat

Peryataan Fuad Plered tersebut, juga mendapat kecaman dan protes dari berbagai pihak, karena dianggap telah menghina ulama pendiri Alkhairat dan peryiar agama Islam di berbagai negeri terutama di wilayah Sulawesi Tengah.

“Terkait dengan polemik ini,  saya sudah berdiskusi dengan para tokoh, baik di Parimo maupun dikota Palu dan langkah ini mendapat suport dan dukungan, agar Fuad Plered secepatnya mendapatkan proses hukum,” ujar ISL di Parigi, Jumat malam 4 April.

BACA JUGA:  Bupati Amirudin Bersama Wabup Furqanuddin Hadiri HUT ke-20 Kecamatan Nuhon

Ia mengatakan, aksi demo dilakukanya sebagai bentuk ketegasan agar penghina Habib Idrus Bin Salim Aljufri (guru tua) segera diperoses secara hukum.

Bahkan,  jika sampai pada akhir April atau diawal Mei 2025, Fuad Plered belum mendapatkan proses hukum, ia bersumpah akan menurunkan 10 ribu masa melakukan aksi demo.

“Jika tiba waktu perencanaan aksi demo, masa aksi belum mencukupi 10 ribu, maka saya belum turun aksi dan terus melakukan konsolidasi hingga mencapai 10 ribuan agar aksi benar-benar maksimal,” tegasnya.

Saat ini, ia tengah melakukan konsolidasi ke berbagai tokoh dengan membawa berbagai bendera baik itu LSM, Peknas dan organisasi lainnya yang namanya tergabung dalam organisasi tersebut.

“Semua kekuatan akan saya turunkan,  dan saya akan menduduki kantor DPRD Parimo dan Polres Parimo,  sebab menurutnya kedua kantor tersebut merupakan jalur aspirasi dalam perkara ini,” jelasnya.

BACA JUGA:  Tim SAR Tutup Operasi Pencarian Warga Terseret Arus Sungai Torue

Dengan masa sebanyak 10 ribu, pihaknya tidak hanya melakukan demo seperti biasanya. Mereka akan menduduki kedua kantor tersebut, sambil melakukan camping berhari-hari, bahkan berminggu sampai mendapatkan kepastian terkait dengan proses hukum si Fuad Plered.

Apapun yang terjadi, kata dia, pihaknya akan tetap melaksanakan aksi demo, meski nyawanya sekalipun yang menjadi taruhannya.

Baca Juga: Dinyatakan TMS, Isram Said Lolo akan Sengketakan KPU Parimo

Karena ia menganggap, nyawanya tidak sebanding dengan jasa guru tua yang telah menyiarkan ajaran Islam di Sulawesi Tengah.

“Wallahi saya siap menghibahkan darah dan nyawa saya untuk memperjuangkan nama baik Habib Idrus Bin Salim Al Jufri,” pungkasnya.

Komentar