PARIMO, theopini.id – Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian dan Pengembangan Daerah (Bappelitbangda) Parigi Moutong (Parimo), Sulawesi Tengah terus mendorong penyelenggaraan program prioritas nasional.
“Program prioritas nasional merupakan program-program yang ditetapkan oleh pemerintah sebagai fokus utama dalam upaya mencapai sasaran pembangunan nasional,” jelas Kepala Bidang Sosial dan Budaya (Sosbud) Bappelitbangda Parimo, Intje Pina di Parigi, Selasa, 20 Mei 2025.
Ia menjelaskan, Bappelitbangda Parimo berperan sebagai integrator dan penunjang perencanaan pembangunan daerah. Termasuk, program prioritas nasional yang sejalan dengan visi dan misi daerah
Selain itu, Bappelitbangda Parimo juga membantu mengidentifikasi peluang untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui program-program tersebut.
“Jadi Bappelitbangda itu, sebagai penghubung antara perencanaan pemerintah pusat dan daerah,” jelasnya.
Olehnya, kata dia, Bidang Sosbud Bappelitbangda Parimo juga diberikan tanggung jawab untuk memastikan penyelenggaraan program prioritas nasional terhadap 11 Organisasi perangkat Daerah (OPD) mitranya.
Adapun 11 OPD mitra Bappelitbangda tersebut, sebagai berikut:
1. Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud)
2. Dinas Kesehatan (Dinkes)
3. Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Pendudukan dan Keluarga Berencana (DP3P2KB)
4. Dinas Sosial (Dinsos)
5. Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol)
6. Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil)
7. Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD)
8. Inspektorat Daerah
9. Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah (Dispurasda)
10. Sekretaris Dewan (Sekwan)
11. Sekretariat Daerah (Setda)
“Kami pun melakukan evaluasi dan pengawasan perencanaan pembangunan yang dilakukan 23 kecamatan di Kabupaten Parimo,” ujarnya.
Program prioritas nasional tersebut, selain percepatan penurunan angka Stunting, terbaru adalah Makan Bergizi Gratis (MBG).
“Kabupaten Parimo akan melakukan pemaparan. Sehingga, kami akan melakukan pengumpulan data untuk program MBG tersebut,” pungkasnya.







Komentar