PARIMO, theopini.id – Pertumbuhan ekonomi Kabupaten Parigi Moutong (Parimo), Sulawesi Tengah masih sangat bergantung terhadap sektor Pertanian.
“Pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Parimo sejauh ini terus memberikan dampak, khususnya di sektor pertanian,” kata Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian dan Pengambangan Daerah (Bappelitbangda) Parimo, Irwan menghadiri kegiatan workshop yang dilaksanakan UNESCO bekerjasama dengan BRIN dan Universitas Budi Luhur Jakarta di aula Kantor Bappelitbangda Parigi Moutong pada Sabtu, 26 April 2025.
Baca Juga: 220 Pelajar Tingkat SMP Berkompetisi dalam O2SN, FLS3N, dan GSI
Ia mengatakan, pertumbuhan ekonomi sangat dipengaruhi bencana yang setiap saat terjadi, khususnya pada waktu musim penghujan.
Menurutnya, hampir seluruh wilayah di Kabupaten Parimo dilaporkan terjadinya bencana banjir.
Pada waktu masa pandemi COVID-19, kata dia, pertumbuhan ekonomi Kabupaten Parimo mengalami minus 4,9 persen.
Namun, setelah peristiwa non bencana itu berakhir, pertumbuhan ekonomi Kabupaten Parimo plus 4,7 persen, terjadi peningkatan sembilan poin.
Kondisi saat itu, tidak bertahan lama. Sebab, setelah berakhir masa pandemi COVID-19, sejumlah wilayah di Kabupaten Parimo mengalami bencana alam.
Salah satunya, bencana banjir bandang di Desa Torue, Kecamatan Torue yang berdampak terhadap persawahan dan perkebunan.
“Akibat bencana banjir bandang di Desa Torue yang berdampak terhadap persawahan dan perkebunan pada saat itu, pertumbuhan ekonomi Kabupaten Parimo yang berada di 4,7 persen mengalami penurunan hingga 3,5 persen,” ujarnya.
Tidak hanya itu, beberapa bencana juga terjadi di sejumlah wilayah di Kabupaten Parimo yang mengakibatkan rusaknya jaringan irigasi hingga berdampak terhadap pertumbuhan ekonomi pada saat itu.
Baca Juga: Wagub Sulteng Resmikan Rumah Singgah Sahabat Orang Sakit di Palu
Sejauh ini, pihaknya bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) telah menyusun dokumen-dokumen terkait perencanaan dalam penanganan kebencanaan. Namun, peristiwa terjadinya suatu bencana tidak dapat diprediksi.
“Kabupaten Parimo ini, merupakan salah satu daerah yang rawan terjadi bencana. Tidak hanya gempa bumi dan tsunami, tapi juga rawan dengan bencana banjir dan tanah longsor,” pungkasnya.







Komentar