GORONTALO, theopini.id – Wakil Gubernur Gorontalo, Idah Syahidah Rusli Habibie, secara langsung turun ke lapangan untuk mendorong kesadaran tentang pentingnya program Keluarga Berencana (KB), dan pengendalian kelahiran sebagai bagian dari strategi menekan stunting.
Dalam kunjungan kerja ke Rumah Sakit Pratama Tolinggula, Kabupaten Gorontalo Utara, Selasa, 3 Mei 2025, Idah menegaskan, kesejahteraan keluarga dimulai dari perencanaan jumlah anak yang sehat dan terkontrol.
Baca Juga: Healthy Fun Run di Kota Palu: Lari Sehat, Lawan Stunting
“Kami menghimbau kepada para ibu, khususnya yang sudah memiliki tiga anak atau lebih, untuk mengikuti program KB. Ini demi masa depan keluarga yang lebih baik. Tapi tentu harus dilakukan dengan kesadaran dan keikhlasan dari kedua pasangan,” ujar Idah.
Ia mengungkapkan beberapa pengalaman langsung dari warga yang ia temui saat kegiatan berlangsung.
Salah satunya, seorang ibu yang kini tengah mengandung anak keenam, serta seorang ibu lain yang masih menggunakan metode pil KB meski sudah memiliki empat anak.
“Pil KB itu memang mudah diakses, tapi sangat bergantung pada kedisiplinan. Kalau lupa minum, bisa berisiko. Karena itu kita dorong metode yang lebih efektif, seperti implan atau IUD,” ujarnya.
Kegiatan ini, dirangkaikan dengan pelayanan kesehatan gratis oleh dokter spesialis kepada warga. Tercatat hingga siang hari, 134 pasien umum dan 45 pasien kebidanan telah menerima layanan medis dalam agenda yang digelar Pemerintah Provinsi Gorontalo tersebut.
Dalam kesempatan yang sama, Idah Syahidah juga resmi dinobatkan sebagai orang tua asuh anak stunting di Kecamatan Tolinggula.
Penobatan ini menegaskan komitmennya untuk tidak hanya mengimbau, tetapi juga terlibat langsung dalam penanganan kasus stunting di daerah-daerah rawan.
“Kita tidak bisa hanya bicara angka. Harus ada wajah-wajah anak yang kita dampingi secara nyata. Saya bangga bisa menjadi bagian dari gerakan ini bersama camat dan tokoh-tokoh setempat,” ujarnya.
Penanganan Stunting di wilayah perbatasan seperti Tolinggula memerlukan kolaborasi lintas sektor dari edukasi kesehatan, program KB, hingga dukungan gizi dan pelayanan dasar anak.
Baca Juga: Berikut Program Pemda Parimo Menurunkan Angka Stunting di 2023
Keterlibatan langsung pejabat seperti Idah menjadi contoh nyata bahwa intervensi pemerintah harus bersifat menyentuh dan membumi.
“Kesehatan ibu dan anak adalah kunci. Kita ingin generasi ke depan tumbuh sehat, cerdas, dan produktif. Dan semua itu dimulai dari rumah dari ibu-ibu hebat yang kita temui hari ini,” pungkasnya.







Komentar