JAKARTA, theopini.id – Dalam menghadapi tantangan pembangunan nasional lima tahun ke depan, Kementerian Pekerjaan Umum (PU) menempatkan penguatan Sumber Daya Manusia (SDM) dan transformasi kepemimpinan birokrasi sebagai prioritas utama.
Langkah ini, menjadi kunci dalam mewujudkan visi pembangunan Presiden terpilih Prabowo Subianto yang tertuang dalam Asta Cita.
Baca Juga: Wujudkan Asta Cita Presiden, Kapolda Sulteng Pimpin Panen Raya Jagung Serentak
Wakil Menteri Diana Kusumastuti menekankan, pentingnya pembaruan pola pikir dan gaya kepemimpinan di lingkungan Kementerian PU agar mampu menjawab dinamika pembangunan yang semakin kompleks dan menuntut kolaborasi lintas sektor.
“Pembangunan infrastruktur tidak bisa berjalan optimal tanpa didukung oleh kepemimpinan yang kuat dan tim yang agile. Kita butuh pemimpin yang bisa menginspirasi, bukan hanya mengatur,” ujar Wamen Diana di Jakarta, Kamis, 12 Juni 2025.
Kementerian PU akan memfokuskan program kerja tahun 2025 pada sektor-sektor strategis seperti dukungan swasembada pangan, pembangunan Sekolah Rakyat, sistem air bersih dan sanitasi terpadu, serta peningkatan konektivitas antarwilayah.
Semua program ini, menuntut tata kelola yang efektif dan pemimpin yang mampu menjembatani kebijakan dengan implementasi di lapangan.
Dalam konteks jangka menengah, arah pembangunan nasional mengacu pada RPJMN 2025–2029 yang diterjemahkan Kementerian PU dalam strategi “PU 608”.
Strategi ini, menargetkan efisiensi investasi (ICOR < 6), pengentasan kemiskinan hingga 0%, serta pertumbuhan ekonomi nasional hingga 8% per tahun.
Baca Juga: Dukung Asta Cita Presiden, Satgas Madago Raya Perkuat Ketahanan Pangan di Poso
“Pengembangan SDM adalah investasi utama untuk mencapai efisiensi dan dampak maksimal dari pembangunan. Tanpa SDM yang unggul, target-target pembangunan hanya akan jadi slogan,” imbuhnya.
Pelatihan dan reformasi birokrasi ini, diharapkan melahirkan pemimpin-pemimpin lapangan yang siap menghadapi tantangan global, sekaligus memperkuat daya saing nasional melalui pembangunan infrastruktur yang inklusif dan berkelanjutan.
Baca berita lainnya di Google News







Komentar