PALU, theopini.id – Gubernur Sulawesi Tengah, H Anwar Hafid menyoroti persoalan defisit listrik sebesar 1.600 megawatt (MW), sebagai hambatan utama pengembangan kawasan industri dan masuknya investasi di wilayahnya.
Dalam situasi ini, ia mendorong pelaku UMKM lokal untuk mengambil peran strategis dalam memenuhi kebutuhan logistik dan pangan industri, terutama di kawasan Morowali dan sekitarnya.
Baca Juga: PLN Suluttenggo Percepat Penyalaan Listrik ke Desa Terpencil di Sulteng
“Kita punya potensi besar, tapi suplai daya masih jadi hambatan. Sementara itu, bahan baku di kawasan industri justru 80 persen masih dipasok dari luar daerah,” ungkap Gubernur Anwar Hafid saat menerima audiensi pengurus Kadin Sulawesi Tengah, Rabu, 18 Juni 2025.
Menurutnya, kondisi ini harus dibalik dengan memberdayakan pelaku usaha kecil dan menengah agar mampu menyuplai produk lokal seperti beras, telur, daging, dan makanan olahan ke kawasan industri.
“Kalau UMKM bisa menyuplai kebutuhan industri, maka ekonomi lokal akan berputar. Itu efek pengganda yang kita harapkan,” jelasnya.
Dalam audiensi tersebut, Ketua Kadin Sulawesi Tengah, M Nur Dg Rahmatu menyampaikan, pihaknya mendukung penuh Program 9 BERANI dan siap menjadi mitra aktif dalam penguatan ekonomi riil daerah.
“Kadin hadir bukan hanya sebagai mitra formal, tapi sebagai penggerak ekonomi riil di tengah masyarakat,” tegasnya.
Menanggapi hal itu, Gubernur Anwar Hafid juga menyoroti potensi besar sektor pertanian dan perikanan Sulawesi Tengah yang selama ini belum tergarap optimal.
Ia menyebut, sektor pertanian telah mencatatkan surplus beras sebesar 67 ton, dan pemerintah terus mendorong peningkatan hasil laut dengan menekan praktik illegal fishing.
“Kita ingin hasil laut meningkat, tapi juga menjaga keberlanjutan ekosistem. Maka penindakan illegal fishing sangat penting,” ujarnya.
Baca Juga: Wagub Gorontalo Minta Warga Pilolodaa Jaga dan Rawat Fasilitas Jaringan Listrik
Ia pun berkomitmen menjadikan Pemprov Sulawesi Tengah, sebagai fasilitator agar pelaku usaha lokal memiliki akses pasar, pendampingan, dan ekosistem bisnis yang sehat.
“Kalau produksi meningkat dan pasar hidup, maka masyarakat akan punya penghasilan lebih,” pungkasnya.
Baca berita lainnya di Google News







Komentar