Pemda Parimo Dorong Moderasi Beragama lewat Dukungan Prosesi Mediksa

PARIMO, theopini.id – Pemerintah Daerah (Pemda) Parigi Moutong (Parimo), Sulawesi Tengah, kembali menunjukkan komitmennya dalam memperkuat moderasi beragama dan integrasi sosial dengan mendampingi langsung umat Hindu dalam prosesi sakral Mediksa di Desa Koraraya, Kecamatan Mepanga, Minggu, 20 Juli 2025.

Kehadiran Wakil Bupati (Wabup) H Abdul Sahid dalam prosesi keagamaan umat Hindu itu, menjadi bukti nyata penghargaan terhadap tradisi lintas agama bukan hanya slogan, tetapi wujud nyata dalam kebijakan kultural.

Baca Juga: Moderasi Beragama Adalah Fondasi Kerukunan di Tengah Keberagaman

“Ini bukan sekadar kunjungan seremonial. Ini bentuk penghormatan atas nilai-nilai luhur keagamaan dan keyakinan yang tumbuh dalam masyarakat kita yang majemuk,” ujar Wabup Sahid.

Prosesi Mediksa, yang menandai perubahan status seorang umat dari walaka menjadi Sulinggih atau pendeta suci, bukan hanya penting secara spiritual bagi umat Hindu.

Tetapi, kata dia, bernilai simbolik bagi masyarakat luas bahwa jalan dharma, atau kebenaran, perlu dilestarikan dan dihormati oleh semua pihak.

“Kami menyampaikan selamat kepada Ida Sri Bhagawan. Pencapaian spiritual ini adalah bentuk pengabdian luar biasa yang menginspirasi kita semua, apapun latar agama kita,” kata dia.

Tak hanya membawa pesan toleransi, kehadiran pemerintah juga mempertegas bahwa kegiatan lintas iman memiliki tempat strategis dalam pembangunan karakter masyarakat.

Dalam konteks Kabupaten Parimo, ini menjadi bagian dari penguatan fondasi kehidupan bersama yang berkeadaban dan saling menghargai.

“Kegiatan seperti ini memperkuat pondasi kehidupan beragama yang moderat, damai, dan terbuka. Pemerintah hadir tidak hanya sebagai penyelenggara administrasi, tapi juga sebagai penjaga nilai-nilai sosial dan spiritual masyarakat,” ungkapnya.

Ia juga menyampaikan salam dan permohonan maaf dari Bupati Parimo, H Erwin Burase, yang sedang menjalankan tugas di wilayah lain.

Menurutnya, Bupati sangat mengapresiasi berlangsungnya kegiatan sakral tersebut sebagai bukti kekuatan spiritual umat Hindu di daerah ini.

“Beliau sangat menghargai kegiatan ini dan menitipkan pesan bahwa dukungan terhadap kehidupan beragama adalah komitmen moral Pemerintah Daerah,” katanya.

Baca Juga: Polda Sulteng dan FKUB Tekan Nota Kesepahaman Moderasi Beragama

Wabup Abdul Sahid pun menyampaikan harapannya agar jalinan persaudaraan antarumat beragama di Parigi Moutong terus terpelihara melalui penghargaan terhadap perbedaan, dialog lintas iman, dan kebersamaan dalam membangun daerah.

“Kerukunan bukanlah hasil kebetulan, tapi kerja bersama yang terus dirawat. Semoga kegiatan seperti ini menjadi suluh bagi kedamaian dan kemajuan kita bersama,” pungkasnya.

Baca berita lainnya di Google News

Komentar