PALU, theopini.id – Gelaran BERANI BA GAS lewat Berani Jelajah Bumi Tadulako tak hanya menjadi ajang olahraga dan hiburan, tapi juga membawa berkah bagi pelaku usaha kecil menengah di Kota Palu.
Ribuan pengunjung yang memadati Hutan Kota Kaombona pada Sabtu, 23 Agustus 2025, membuat ruang publik ini kembali hidup sekaligus memberi dampak nyata bagi perekonomian masyarakat.
Baca Juga: Anwar dan Reny Tunjukkan Dukungan Penuh untuk Trail Adventure
“Dagangan saya laris manis, terjual jauh lebih banyak dari biasanya. Kami sangat terbantu dengan adanya acara ini. Terima kasih Pak Fathur yang sudah menghadirkan event besar di Hutan Kota,” ungkap Sinta, pedagang kuliner lokal yang ikut meramaikan acara.
Hal senada disampaikan Amel, warga Pantoloan, yang mengaku senang melihat Hutan Kota kembali dipenuhi warga.
“Event ini keren sekali. Meriah dan sekaligus menghidupkan kembali Hutan Kota sebagai ruang publik,” ujarnya.
Penggagas BERANI BA GAS, Muhammad Fathur Razaq menegaskan, kegiatan ini memang dirancang bukan sekadar ajang hobi.
Ia ingin olahraga petualangan menjadi sarana promosi wisata, memperkuat rasa cinta terhadap alam, sekaligus wadah silaturahmi lintas generasi.
“Kita ingin menunjukkan bahwa Sulawesi Tengah kaya akan keindahan alam, penuh semangat muda, dan pantas menjadi tujuan petualangan,” tegas Fathur.
Fathur menambahkan, keberhasilan acara ini menjadi bukti bahwa generasi muda bisa melahirkan gagasan kreatif yang bermanfaat luas.
“Semoga kegiatan ini bisa menjadi agenda berkelanjutan, membawa manfaat bagi masyarakat, sekaligus mempromosikan keindahan daerah kita kepada dunia luar,” katanya.
Baca Juga: HUT RI ke-80 di Palu, Pemuda Satukan Budaya, Olahraga, dan Nasionalisme di Bukit Salena
Kegiatan yang dilepas langsung Gubernur Sulawesi Tengah, Anwar Hafid, dan Wakil Gubernur Reny Lamadjido itu, diikuti lebih dari 700 peserta trail dari berbagai provinsi. Kemeriahan penutupan semakin terasa dengan penampilan musisi timur Toton Caribo serta band lokal The Moska yang sukses menghibur penonton.
BERANI BA GAS meninggalkan pesan bahwa ruang publik seperti Hutan Kota Kaombona bisa kembali bernyawa jika dikelola dengan kreativitas, kebersamaan, dan semangat generasi muda.
Baca berita lainnya di Google News







Komentar