PALU, theopini.id – Tradisi karapan sapi kembali menggema di Kelurahan Duyu, Kecamatan Tatanga, Kota Palu, Sulawesi Tengah, Minggu, 24 Agustus 2025.
Lomba yang selalu dinantikan masyarakat ini, tak hanya menghadirkan suasana meriah, tetapi juga memperlihatkan kebersamaan antara warga dan sejumlah tokoh daerah yang hadir.
Baca Juga: Karapan Sapi di Padende: Tradisi Lestari, Wisata Bangkit
“Kegiatan budaya seperti ini penting untuk memperkuat solidaritas, melestarikan tradisi, dan menumbuhkan kebanggaan sebagai orang Sulawesi Tengah,” kata Ketua Rembuk Pemuda, Muhammad Fathur Razaq saat ikut menyemarakkan lomba.
Menurut dia, generasi muda tidak seharusnya hanya menjadi penonton, melainkan juga pelaku aktif dalam menjaga tradisi karapan sapi yang sarat nilai sportivitas dan gotong royong. Ia menilai, kehadiran masyarakat Duyu setiap tahun menjadi bukti kuatnya semangat kebersamaan.
Lomba karapan sapi tahun ini secara resmi dibuka oleh Wakil Gubernur Sulawesi Tengah, dr. Reny A. Lamadjido. Kehadirannya memberi semangat tersendiri bagi peserta dan ribuan penonton yang tumpah ruah di arena perlombaan.
Suasana semakin hangat dengan kehadiran Rizky Lahadalia, putra pertama Menteri ESDM RI, Bahlil Lahadalia. Bersama Wakil Gubernur dan Fathur Razaq, Rizky ikut berbaur di tengah masyarakat dan memberi dukungan terhadap jalannya perlombaan.
Baca Juga: Karapan Sapi Jadi Magnet Budaya dan Wisata di HUT ke-17 Sigi
Sorak penonton bergemuruh, dentuman musik tradisi, hingga derap langkah sapi karapan menjadikan lomba di Duyu lebih dari sekadar hiburan rakyat.
Tahun ini, karapan sapi kembali menjadi momentum mempererat persaudaraan, menguatkan identitas budaya, sekaligus menghadirkan ruang kebersamaan lintas generasi di Sulawesi Tengah.
Baca berita lainnya di Google News















