PALU, theopini.id – Polda Sulawesi Tengah menekankan, pentingnya sinergi lintas instansi dalam menghadapi bencana alam maupun potensi konflik sosial.
Hal itu, terlihat dalam simulasi besar yang digelar di Sirkuit Panggona STQ Palu, Selasa, 9 Desember 2025, yang melibatkan hampir 600 personel dari berbagai unsur.
Baca Juga: SMPN 17 Palu Jadi Contoh Sekolah Tanggap Bencana Lewat Simulasi Gempa dan Tsunami
“Simulasi ini menjadi bagian penting dalam memastikan kesiapan personel menghadapi berbagai kemungkinan situasi kedaruratan. Dengan latihan terpadu, kita ingin memastikan seluruh unsur dapat bergerak cepat, tepat, dan terkoordinasi,” tegas Kabagbinopsnal Biro Ops AKBP Rahmat Lubis.
Latihan yang mengerahkan total 597 personel itu, mempertemukan Satbrimob, Ditsamapta, Ditlantas, jajaran Polres, serta instansi pendukung seperti BPBD, TNI, Basarnas, Damkar, dan pemerintah daerah.
Seluruh kekuatan, diarahkan untuk menguji kesiapan kolektif dalam menghadapi skenario kedaruratan berskala besar.
Simulasi disusun menyerupai kondisi nyata, mulai dari penanganan gempa bumi, proses evakuasi, hingga pengamanan potensi konflik sosial yang kerap muncul pascabencana.
Melalui skenario tersebut, tiap unsur diuji dalam hal kecepatan respons, koordinasi lintas lembaga, serta ketepatan pengambilan keputusan.
Baca Juga: KPP Palu Gelar Simulasi Tangani Kecelakaan Laut
AKBP Rahmat Lubis selaku Wakil Penanggungjawab menegaskan, latihan terpadu ini bukan sekadar agenda tahunan, tetapi bagian dari strategi peningkatan kapasitas penanganan darurat di Sulawesi Tengah, wilayah yang rawan bencana.
Ia berharap kegiatan seperti ini dapat memperkuat kepercayaan masyarakat, sekaligus memastikan stabilitas keamanan tetap terjaga dalam situasi apa pun.
Baca berita lainnya di Google News








Komentar