Kapolda Sulteng Minta Semua Instansi Bersinergi Amankan Mudik Lebaran 2026

PALU, theopini.id – Kapolda Sulawesi Tengah, Irjen Pol Endi Sutendi meminta seluruh instansi dan pemangku kepentingan memperkuat sinergi, dalam pengamanan arus mudik dan perayaan Idul Fitri 1447 Hijriah melalui Operasi Ketupat Tinombala 2026.

“Momentum Idul Fitri ini dimanfaatkan masyarakat untuk beribadah, bersilaturahmi, berlibur, dan berkumpul bersama keluarga. Hal ini tentu berdampak pada meningkatnya aktivitas dan pergerakan masyarakat secara masif,” ujar Endi Sutendi saat memimpin Rapat Koordinasi (Rakor) Lintas Sektoral Kesiapan Operasi Ketupat Tinombala 2026 di Kota Palu, Selasa, 10 Maret 2026.

Menurutnya, peningkatan mobilitas masyarakat selama periode Lebaran harus diantisipasi secara matang melalui koordinasi lintas sektor agar pengamanan berjalan optimal.

Ia mengungkapkan, berdasarkan survei Kementerian Perhubungan RI, potensi pergerakan masyarakat selama masa mudik tahun ini diperkirakan mencapai 50,6 persen dari total populasi atau sekitar 143,9 juta orang.

Karena itu, rakor lintas sektoral dinilai penting untuk memperkuat koordinasi antar instansi sekaligus mengevaluasi kesiapan pengamanan, termasuk rekayasa lalu lintas serta langkah-langkah antisipasi guna menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat tetap kondusif.

Dalam Operasi Ketupat Tinombala 2026, Polda Sulawesi Tengah akan mengerahkan 3.739 personel gabungan yang terdiri dari 1.566 personel Polri, 399 personel TNI, serta 1.774 personel dari instansi dan stakeholder terkait.

Operasi kepolisian terpusat tersebut, akan berlangsung selama 13 hari, mulai 13 hingga 25 Maret 2026.

Untuk menunjang pengamanan, pihak kepolisian akan mendirikan 92 pos pengamanan dan pelayanan yang tersebar di seluruh wilayah hukum Polres dan Polresta jajaran.

“Pos tersebut terdiri dari 58 Pos Pengamanan yang difokuskan pada pengaturan arus lalu lintas, pencegahan tindak pidana, serta penanganan gangguan keamanan,” jelasnya.

Selain itu, akan disiapkan 19 Pos Pelayanan yang menyediakan berbagai layanan bagi masyarakat seperti informasi perjalanan, bantuan medis, hingga tempat istirahat bagi pemudik.

Sementara itu, 15 Pos Terpadu akan dioperasikan bersama lintas instansi untuk memberikan pelayanan terintegrasi, termasuk pemeriksaan kesehatan pengemudi guna mencegah kecelakaan lalu lintas.

Kapolda juga menyebutkan bahwa seluruh pos tersebut akan mengamankan sedikitnya 4.630 objek pengamanan, meliputi masjid, lokasi pelaksanaan salat Idul Fitri, terminal, pelabuhan, bandara, pusat perbelanjaan, hingga tempat wisata yang diprediksi ramai dikunjungi masyarakat.

Dalam arahannya, Kapolda Endi Sutendi menekankan agar seluruh instansi segera melakukan inventarisasi potensi kerawanan serta menyiapkan langkah-langkah antisipasi sejak dini.

Ia juga mengingatkan seluruh stakeholder untuk meningkatkan koordinasi dan menghilangkan ego sektoral dengan mengedepankan komunikasi, kolaborasi, serta kerja sama lintas instansi.

Selain itu, edukasi kepada masyarakat terkait pentingnya mudik yang aman dan tertib diminta terus digencarkan melalui berbagai platform, baik media sosial, media elektronik, maupun media cetak.

Pengawasan distribusi bahan pokok dan ketersediaan bahan bakar minyak, juga menjadi perhatian guna menjaga stabilitas harga dan mencegah kelangkaan selama periode Lebaran.

Kapolda Endi Sutendi mengingatkan seluruh pihak untuk mengantisipasi potensi bencana alam seperti banjir dan tanah longsor akibat cuaca ekstrem, serta meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman kejahatan maupun potensi aksi terorisme.

“Melalui koordinasi lintas sektoral ini, diharapkan pelaksanaan Operasi Ketupat Tinombala 2026 di wilayah Sulawesi Tengah dapat berjalan aman, lancar, dan memberikan rasa nyaman bagi masyarakat yang merayakan Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah,” pungkasnya.

Baca berita lainnya di Google News

Komentar