PARIMO, theopini.id – Banjir kembali melanda beberapa desa di Kecamatan Moutong dan Taopa, Kabupaten Parigi Moutong (Parimo), Sulawesi Tengah, Jum’at, 3 April 2026.
Data terbaru dari Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BPBD Parimo mencatat, puluhan kepala keluarga terdampak serta kerusakan rumah, tanggul, dan lahan perkebunan.
Desa yang terdampak di Kecamatan Moutong antara lain Gio Barat, Moutong Utara, Pande, dan Pandelalap, sedangkan di Kecamatan Taopa meliputi Paria, Tompo, dan Sibatang.
Puluhan Kepala Keluarga (KK) di desa-desa tersebut sempat mengalami dampak banjir, dengan sebagian warga mengungsi untuk sementara waktu.
Berdasarkan laporan BPBD, Desa Gio Barat terdampak 35 KK, termasuk 20 balita, 10 lansia, dan 1 penyandang disabilitas. Desa Pande tercatat 95 jiwa terdampak, Desa Pandelalap 80 KK, serta Desa Moutong Utara 67 KK. Di Desa Tompo dan Paria, sejumlah dusun mengalami kerusakan tanggul dan rumah terendam banjir.
Kerusakan rumah ringan tercatat di beberapa desa, antara lain satu rumah di Gio Barat, 20 rumah di Pande, dan 75 rumah di Pandelalap.
Infrastruktur publik yang terdampak, meliputi jebolnya tanggul di Desa Pandelalap, Pande, dan Tompo, serta kerusakan jembatan kantong produksi di Desa Tompo.
Fasilitas umum yang terkena dampak di Desa Paria antara lain sekolah PAUD, sekolah Alkhairat, masjid, dan kantor desa.
Lahan perkebunan juga terdampak banjir. Di Desa Pandelalap, sawit seluas 3 hektare, jagung dan rica 1 hektare, serta kelapa 5 hektare terendam.
Di Desa Pande, kebun jagung seluas 10 hektare, kakao 15 hektare, dan kelapa sawit 5 hektare mengalami kerusakan total.
Penanganan darurat dilakukan melalui koordinasi BPBD dengan aparat desa dan masyarakat setempat. Langkah-langkah yang diambil meliputi kaji cepat bencana, normalisasi sungai, penutupan tanggul, perbaikan jembatan, serta pelebaran drainase di beberapa desa.
Aparat desa, Babinsa, relawan TRC dari Kecamatan Moutong dan Taopa, serta TRC BPBD Kabupaten Parigi Moutong terlibat langsung dalam penanganan.
Situasi terakhir melaporkan sebagian besar banjir telah surut, dan pengungsi telah kembali ke rumah masing-masing. Namun, beberapa wilayah perkebunan masih terendam genangan air.
Baca berita lainnya di Google News







Komentar