PARIMO, theopini.id – Pemerintah Daerah (Pemda) Parigi Moutong (Parimo), Sulawesi Tengah, mendorong prosesi adat Masoro di Desa Ambesia Selatan, Kecamatan Tomini, menjadi agenda budaya daerah, seiring komitmen dukungan anggaran pembangunan rumah adat.
“Silakan ditentukan lokasinya dan dipastikan status tanahnya jelas. Insyaallah, melalui perubahan anggaran, pembangunan rumah adat ini dapat segera direalisasikan,” kata Bupati Parigi Moutong, H Erwin Burase, dalam sambutannya.
Bupati hadir langsung dalam prosesi Masoro yang merupakan tradisi pelarungan hasil bumi ke laut sebagai bentuk rasa syukur, permohonan keselamatan, serta upaya menjaga keseimbangan hubungan manusia dengan alam.
Ia menyampaikan apresiasi terhadap pelaksanaan adat tersebut, dan menegaskan pentingnya pelestarian budaya yang telah diwariskan secara turun-temurun di tengah masyarakat.
Menurutnya, adat dan tradisi menjadi identitas daerah yang mampu memperkuat nilai sosial dan keagamaan.
“Atas nama pribadi dan pemerintah daerah, saya mengapresiasi prosesi Adat Masoro yang dilaksanakan di Desa Ambesia Selatan,” ujarnya.
Selain itu, Bupati Erwin juga menyambut baik rencana pembangunan rumah adat Olongian Tialo. Ia memastikan pemerintah daerah siap mengalokasikan anggaran, dengan catatan lokasi dan status lahan telah jelas serta dihibahkan untuk kepentingan pembangunan.
Lebih lanjut, ia mendorong agar kegiatan adat seperti Masoro dapat dikemas lebih meriah dan menjadi agenda rutin daerah, termasuk dengan menghadirkan berbagai lomba tradisional yang melibatkan masyarakat lintas kecamatan.
Upaya ini, kata dia, diharapkan dapat mempererat kebersamaan sekaligus mendorong pelestarian budaya lokal.
“Ke depan, kegiatan seperti ini perlu dikemas lebih meriah dan bisa menjadi agenda rutin daerah,” katanya.
Di sisi lain, Erwin Burase juga mengingatkan pentingnya peran lembaga adat dalam mendukung upaya pencegahan peredaran narkoba di masyarakat.
Ia menekankan, penanganan narkoba merupakan tanggung jawab bersama, melibatkan tokoh adat, tokoh agama, hingga seluruh elemen masyarakat.
“Penanganan narkoba bukan hanya tugas aparat, tapi tanggung jawab kita semua, termasuk lembaga adat dan tokoh masyarakat,” tegasnya.
Dalam kesempatan itu, ia pun mengucapkan selamat Hari Raya Idul Fitri kepada seluruh masyarakat serta mengajak untuk terus mempererat silaturahmi.
“Minal aidin wal faizin, mohon maaf lahir dan batin. Semoga kebersamaan ini terus terjaga dan kita dapat kembali bertemu dalam kegiatan yang lebih baik ke depan,” pungkasnya.
Kegiatan tersebut dihadiri oleh unsur pemerintah daerah, Forkopimcam Tomini, para kepala desa, tokoh adat, tokoh agama, serta masyarakat setempat yang turut meramaikan suasana penuh kebersamaan.
Baca berita lainnya di Google News







Komentar