Pemda Parimo Dorong Penguatan Layanan Kesehatan hingga Wilayah Terpencil

PARIMO, theopini.id Pemerintah Daerah (Pemda) Parigi Moutong (Parimo), Sulawesi Tengah terus mendorong penguatan layanan kesehatan primer hingga menjangkau wilayah terpencil, melalui berbagai program kesehatan daerah dan kolaborasi lintas sektor.

“Program ini, menekankan pentingnya akses layanan kesehatan yang mudah, cepat, dan berkualitas bagi seluruh masyarakat, termasuk penguatan layanan kesehatan primer hingga ke wilayah terpencil,” ujar Asisten II Setda Parimo, Aswini Dimple, saat membacakan sambutan Bupati Parimo dalam Rapat Koordinasi Program Sehat di Parigi, Kamis, 7 Mei 2026.

Ia mengatakan penguatan layanan kesehatan menjadi bagian penting, dalam mendukung pembangunan kesehatan yang berkeadilan dan inklusif.

Menurutnya, langkah tersebut sejalan dengan arah kebijakan nasional dalam RPJMN 2025–2026 yang menitikberatkan pada transformasi sistem kesehatan, penguatan sumber daya manusia unggul, dan pemerataan layanan kesehatan.

Ia menjelaskan, Pemda Parimo saat ini terus memperkuat komitmen melalui program Berani Sehat dan Gerakan Sehat Bersama.

Program itu, diarahkan untuk meningkatkan jangkauan layanan kesehatan, mempercepat respons terhadap kebutuhan masyarakat, serta memperkuat pelayanan ibu dan anak, keluarga berencana, dan penanganan korban kekerasan terhadap perempuan dan anak.

Dalam rapat tersebut, pemerintah daerah juga memaparkan sejumlah tantangan kesehatan yang masih dihadapi Kabupaten Parimo.

Tercatat terdapat 130 kasus pelayanan kesehatan bagi korban kekerasan terhadap perempuan dan anak, 10 kasus kematian ibu, dan 81 kasus kematian anak.

Selain itu, prevalensi stunting di Kabupaten Parimo masih berada pada angka 9,3 persen. Sementara peserta KB aktif mencapai 69,87 persen, dan KB pasca persalinan sebesar 47,20 persen.

Di sisi lain, terdapat 32 kasus HIV yang dinilai membutuhkan perhatian serius melalui penguatan edukasi, pencegahan, dan layanan kesehatan yang inklusif.

“Dengan kondisi tersebut diperlukan langkah yang terintegrasi dan berkelanjutan melalui sinergi lintas sektor, agar pendekatan promotif dan preventif dapat diperkuat tanpa mengabaikan pelayanan kuratif dan rehabilitatif,” katanya.

Aswini berharap melalui rapat koordinasi tersebut, kolaborasi lintas sektor dalam meningkatkan kualitas layanan kesehatan di Kabupaten Parimo dapat semakin diperkuat.

Ia juga menekankan pentingnya memastikan perempuan, anak, dan remaja memperoleh akses terhadap informasi kesehatan yang benar, layanan yang berkualitas, serta perlindungan dari segala bentuk kekerasan dan diskriminasi.

“Dengan kolaborasi lintas sektor dan dukungan masyarakat, saya yakin upaya ini akan memberikan dampak nyata bagi peningkatan derajat kesehatan masyarakat Kabupaten Parimo,” pungkasnya.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Koordinator Program Sehat Sulawesi Tengah, Nudiatulhuda Mangun, serta sejumlah pemangku kepentingan di sektor kesehatan.

Baca berita lainnya di Google News

Komentar