Pemkot Gorontalo Fokus Benahi Data Sosial demi Tekan Salah Sasaran Bansos

GORONTALO, theopini.idPemerintah Kota (Pemkot) Gorontalo mulai memperkuat akurasi data penerima bantuan sosial melalui optimalisasi pemutakhiran Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN).

Langkah ini, melibatkan operator SIKS-NG di 50 kelurahan, Kasie Kesra kecamatan, hingga pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) se-Kota Gorontalo guna memastikan bantuan sosial benar-benar diterima masyarakat yang berhak.

“Optimalisasi pemutakhiran data tunggal sosial dan ekonomi nasional atau DTSEN menjadi langkah penting untuk memastikan penyaluran bantuan sosial benar-benar tepat sasaran kepada masyarakat yang membutuhkan,” ujar Kepala Dinas Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat Kota Gorontalo, Eladona Oktamina Sidiki, Kamis, 14 Mei 2026.

Kegiatan tersebut, menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah membangun sistem perlindungan sosial berbasis data yang valid dan terintegrasi. DTSEN kini menjadi rujukan utama dalam berbagai program pengentasan kemiskinan dan bantuan sosial, baik di tingkat pusat maupun daerah.

Eladona menegaskan, kualitas data sangat ditentukan oleh proses verifikasi dan validasi di lapangan. Karena itu, peran operator SIKS-NG dan pendamping PKH dinilai krusial dalam memastikan data penerima bantuan sesuai kondisi riil masyarakat.

“Peran operator SIKS-NG bersama pendamping PKH sangat menentukan dalam proses verifikasi dan validasi data, sehingga data yang dihasilkan akurat dan sesuai dengan kondisi riil masyarakat di lapangan,” tambahnya.

Sementara itu, Wali Kota Gorontalo, Adhan Dambea, juga menekankan pentingnya penggunaan data yang akurat dan transparan untuk meminimalisasi kesalahan penyaluran bantuan sosial.

Melalui kegiatan ini, peserta tidak hanya mendapat penguatan teknis pemutakhiran data, tetapi juga pemahaman mengenai pentingnya integritas data dalam sistem kesejahteraan sosial.

Pemkot Gotontalo berharap berbagai program bantuan, mulai dari usaha ekonomi produktif, beasiswa masyarakat miskin, hingga rehabilitasi rumah layak huni, dapat tersalurkan lebih efektif dan berkeadilan sosial.

Baca berita lainnya di Google News

Komentar