PARIMO, theopini.id – Dinas Ketahanan Pangan (Ketapang) Kabupaten Parigi Moutong (Parimo), Sulawesi Tengah, mendorong pengelola dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Makan Bergizi Gratis (MBG) agar lebih kreatif menyajikan menu sehat dan variatif, melalui lomba cipta menu Beragam, Bergizi, Seimbang, dan Aman (B2SA).
“Selama ini kami melihat SPPG sudah menyajikan MBG sesuai juknis, bergizi tetapi masih kurang beragam. Jadi kami ingin lewat lomba ini mereka lebih kreatif dalam menyajikan menu MBG agar lebih menarik,” ujar Kepala Dinas Ketapang Parimo, Sofiana Pandean, Rabu, 13 Mei 2026.
Ia menjelaskan, lomba tersebut rencananya digelar pada 20 Mei 2026 di halaman Kantor Dinas Ketapang Parimo dan akan diikuti pengelola SPPG MBG dari 23 kecamatan.
Menurut Sofiana, kegiatan lomba B2SA dilaksanakan bekerja sama dengan Tim Penggerak PKK Kabupaten Parimo.
Sebelum lomba dimulai, seluruh peserta akan terlebih dahulu mengikuti sosialisasi terkait penyusunan menu B2SA yang sesuai standar MBG.
“Teknisnya kami akan mengundang seluruh SPPG sebelum pelaksanaan lomba untuk sosialisasi cipta menu B2SA. Ada tiga kategori lomba, yakni menu dewasa, balita, dan ibu hamil,” jelasnya.
Ia mengatakan, setiap peserta diwajibkan menyusun menu yang memenuhi standar B2SA namun tetap mengacu pada petunjuk teknis MBG, termasuk batas biaya penyajian sebesar Rp15 ribu per porsi.
Dari hasil lomba tersebut, Dinas Ketapang Parimo berharap lahir resep-resep makanan yang dapat diterapkan sebagai menu MBG di sekolah-sekolah.
Selain meningkatkan kreativitas pengelola dapur, program itu juga diarahkan untuk mendukung pemanfaatan bahan pangan lokal dari petani di sekitar wilayah masing-masing.
“Kami diminta membuat contoh program yang memberdayakan petani lokal, menggunakan bahan baku pangan dari sekitar, lalu disajikan oleh SPPG dalam bentuk makanan yang beragam, bergizi, seimbang, dan aman,” ungkapnya.
Sofiana menyebut, gagasan pelaksanaan lomba muncul setelah pihaknya mendapat arahan dan motivasi dari Direktur Informasi Konsumsi Pangan pada Badan Gizi Nasional (BGN).
Ia berharap kegiatan tersebut tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga memberi dampak jangka panjang terhadap peningkatan kualitas menu MBG, pemberdayaan petani lokal, serta kesehatan masyarakat penerima manfaat.
Baca berita lainnya di Google News







Komentar