PALU, theopini.id – Gerakan Pramuka di Sulawesi Tengah mulai mengambil peran dalam memperkuat pendidikan demokrasi bagi generasi muda melalui Satuan Karya Adhyasta Pemilu.
Wadah ini, diarahkan menjadi ruang edukasi bagi anggota Pramuka, khususnya calon pemilih pemula yang akan berpartisipasi dalam Pemilu 2029.
“Khususnya bagi anggota Pramuka Penegak dan Pandega yang menjadi pemilih pemula pada Pemilu 2029,” ujar Ketua Bawaslu Sulawesi Tengah, Nasrun, yang dilantik sebagai Ketua Majelis Pembimbing Satuan Karya (Mabisaka) Adhyasta Pemilu, Senin, 10 Agustus 2026.
Menurutnya, pembentukan Saka Adhyasta Pemilu merupakan bagian dari upaya Bawaslu memperluas pendidikan politik bagi generasi muda. Anggota Pramuka diharapkan semakin memahami pentingnya menjaga proses demokrasi sejak awal.
Ia mengatakan, Pramuka Penegak dan Pandega memiliki posisi strategis karena sebagian di antaranya akan menjadi pemilih pemula pada Pemilu 2029.
Karena itu, pemahaman mengenai demokrasi perlu dibangun sejak sebelum mereka menggunakan hak pilih.
Saka Adhyasta Pemilu juga diharapkan menjadi wadah bagi anggota Pramuka, untuk mengenal lebih jauh proses pengawasan pemilu serta pentingnya menjaga demokrasi yang jujur, adil dan berintegritas.
Di sisi lain, Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah mendorong keterlibatan generasi muda dalam menjaga kualitas demokrasi.
Plt Asisten Administrasi Umum, H. Abdul Raaf Malik mengatakan, pengawasan pemilu tidak dapat hanya dibebankan kepada Bawaslu.
“Pengawasan pemilu bukan hanya menjadi tanggung jawab Bawaslu, tetapi membutuhkan keterlibatan seluruh elemen termasuk Pramuka agar proses demokrasi berjalan jujur, adil, transparan dan berintegritas,” ujar Abdul Raaf Malik dalam kesempatan yang sama.
Menurutnya, keberadaan Saka Adhyasta Pemilu dapat menjadi salah satu wadah untuk membentuk generasi muda yang memiliki pemahaman dan kesadaran berdemokrasi.
“Kami berharap Saka Adhyasta Pemilu dapat menjadi salah satu wadah untuk melahirkan generasi muda Sulawesi Tengah yang cerdas berdemokrasi,” katanya.
Pelantikan Pengurus Mabisaka dan Pinsaka Adhyasta Pemilu tersebut, dilakukan oleh Ketua Kwarda Gerakan Pramuka Sulawesi Tengah yang diwakili Kepala Bidang Kesakaan, Fransiska.
Melalui pembentukan Saka Adhyasta Pemilu, pendidikan demokrasi di kalangan generasi muda diharapkan dapat dilakukan secara lebih dekat dan berkelanjutan, terutama dalam mempersiapkan pemilih muda menghadapi Pemilu 2029.
Baca berita lainnya di Google News
Laporan: Moh Abdillah Novandi
















