PALU, theopini.id – Perempuan dinilai memiliki peran penting, dalam membangun kesadaran penggunaan listrik secara bijak di lingkungan keluarga. Edukasi mengenai penghematan listrik dinilai dapat dimulai dari kebiasaan sederhana, yang diterapkan di rumah.
“Mari kita jadikan hemat energi menjadi gaya hidup kita. Hemat energi tidak berarti mengurangi kenyamanan, tetapi menggunakan listrik dan berbagai peralatan secara bijak, sesuai kebutuhan dan tidak berlebihan,” ujar Ketua Seruni Kabinet Merah Putih Bidang IV, Sri Suparni Bahlil, saat menghadiri Sosialisasi Hemat Energi tentang Gaya Hidup Hemat Energi di Tengah Masyarakat di Kota Palu, Rabu, 2 Agustus 2026.
Menurutnya, perempuan, khususnya para ibu, dapat menjadi pengingat bagi anggota keluarga untuk menggunakan listrik sesuai kebutuhan.
Posisi perempuan yang dekat dengan aktivitas keluarga, membuat edukasi tersebut lebih mudah diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Ia mencontohkan sejumlah kebiasaan sederhana yang dapat dilakukan keluarga, seperti tidak menyalakan lampu ketika cahaya matahari masih cukup dan mencabut pengisi daya perangkat elektronik setelah digunakan.
Kebiasaan tersebut, kata dia, menjadi bagian penting dalam membangun kesadaran keluarga untuk menghindari penggunaan listrik secara berlebihan.
Sri Suparni menegaskan, menghemat listrik bukan berarti mengurangi kenyamanan. Yang terpenting adalah memastikan penggunaan listrik dan berbagai peralatan elektronik dilakukan secara bijak dan sesuai kebutuhan.
Menurutnya, edukasi yang dilakukan secara konsisten di lingkungan keluarga dapat membentuk kebiasaan anak sejak dini.
Dengan demikian, kesadaran menggunakan listrik secara efisien dapat tumbuh menjadi bagian dari perilaku sehari-hari.
“Hemat energi tidak berarti mengurangi kenyamanan, tetapi menggunakan listrik dan berbagai peralatan secara bijak, sesuai kebutuhan dan tidak berlebihan,” katanya.
Sri Suparni mengatakan, keterlibatan perempuan dalam edukasi tersebut sejalan dengan upaya Seruni Kabinet Merah Putih Bidang IV mendukung program pemerintah di bidang energi.
Sosialisasi tersebut, juga menjadi bagian dari upaya mendorong masyarakat memahami pentingnya pengembangan energi baru dan terbarukan serta penggunaan energi secara efisien.
Ia berharap, pesan mengenai penggunaan listrik secara bijak tidak berhenti dalam kegiatan sosialisasi, tetapi diteruskan perempuan kepada keluarga dan lingkungan di sekitarnya.
“Perempuan memiliki peran penting dalam keluarga. Karena itu, mari kita mulai edukasi penggunaan listrik secara bijak dari rumah,” ujarnya.
Baca berita lainnya di Google News
Laporan: Indah Nurrahma Safira














