the OPINI
No Result
View All Result
  • Login
  • Daerah
  • Pendidikan
  • Politik
  • Ekonomi
  • Parlemen
  • Hukum Kriminal
  • Nasional
  • Olahraga
  • Ragam
  • Karya Anak Bangsa
  • Daerah
  • Pendidikan
  • Politik
  • Ekonomi
  • Parlemen
  • Hukum Kriminal
  • Nasional
  • Olahraga
  • Ragam
  • Karya Anak Bangsa
No Result
View All Result
the OPINI
No Result
View All Result
Home Kesehatan

Alat Ukur dan Pergantian Kader Jadi Tantangan Pemantauan Balita di Parimo

the OPINIbythe OPINI
10 September 2026
in Kesehatan
Reading Time: 3 mins read
the OPINIbythe OPINI
10 September 2026
in Kesehatan
Reading Time: 3 mins read
Alat Ukur dan Pergantian Kader Jadi Tantangan Pemantauan Balita di Parimo

Pendampingan posyandu oleh Tim INEY di Kabupaten Parimo. (Foto: IST)

Baca Juga

Polisi Perketat Pemberantasan Narkotika di Sausu, 11 Paket Diduga Sabu Diamankan

77.013 Keluarga di Parimo Berisiko Stunting, 16.105 Belum Miliki Jamban Layak

Diskusi dengan Bupati Parimo, Warga Toriapes Kasimbar Keluhkan Akses Jalan Rusak

PARIMO, theopini.id – Ketepatan pengukuran pertumbuhan bayi dan balita di sejumlah Posyandu di Kabupaten Parigi Moutong (Parimo), Sulawesi Tengah, masih menghadapi tantangan. Penggunaan alat ukur yang belum memenuhi standar, dan pergantian kader menjadi perhatian dalam pendampingan program Investing in Nutrition and Early Years (INEY) Fase II.

“Pemantauan pertumbuhan bukan hanya soal menimbang dan mengukur, tetapi bagaimana memastikan hasil pengukuran benar sehingga kondisi anak dapat diketahui secara tepat dan ditindaklanjuti,” kata Ketua Tim INEY Kecamatan Ampibabo, Putu Candriasih, SST., M.Kes., saat pendampingan di Posyandu Melati Tombi, Desa Tombi dan Posyandu Sayang Ibu, Desa Paranggi, 9–10 September 2026.

Pendampingan yang dilakukan tim INEY Poltekkes Kemenkes Palu bersama Dinas Kesehatan Parimo, dan Puskesmas wilayah kerja menemukan adanya hasil pengukuran yang membias di Kecamatan Ampibabo.

Meski teknik pengukuran yang dilakukan kader pada dasarnya sudah benar, penggunaan alat yang belum memenuhi standar dinilai dapat memengaruhi ketepatan hasil pengukuran.

Selain persoalan alat, pergantian kader yang berlangsung secara silih berganti juga menjadi tantangan. Kondisi ini dinilai membutuhkan penyegaran dan pelatihan kembali agar kemampuan kader dalam melakukan pengukuran dan pencatatan tetap terjaga.

Putu Candriasih mengatakan, kader perlu memahami teknik pengukuran yang benar karena hasil pengukuran menjadi dasar untuk mengetahui kondisi pertumbuhan anak dan menentukan tindak lanjut yang diperlukan.

“Karena itu, kader perlu memahami cara pengukuran yang benar dan terus memberikan edukasi kepada orang tua mengenai tumbuh kembang anak serta pencegahan stunting,” ujarnya.

Sebagai tindak lanjut atas temuan tersebut, Pemerintah Desa Tombi menyatakan komitmennya memenuhi kebutuhan alat ukur Posyandu melalui dukungan Dana Desa.

Komitmen tersebut dinilai penting untuk memastikan proses pemantauan pertumbuhan di tingkat Posyandu didukung peralatan yang sesuai, sehingga data yang dihasilkan lebih akurat dan dapat menjadi dasar intervensi terhadap anak yang mengalami masalah pertumbuhan maupun gizi.

Dalam pendampingan di Kecamatan Ampibabo, tim INEY juga memberikan edukasi kepada kader dan masyarakat mengenai tumbuh kembang balita, pentingnya Inisiasi Menyusu Dini (IMD), pencegahan stunting, serta teknik pengukuran yang tepat.

Sementara di Kecamatan Siniu, pendampingan pada 8–9 September 2026 dilakukan di Posyandu Melati, Desa Marantale, dan SMKN 1 Siniu. Tim yang dipimpin Wery Aslinda, S.Si., M.Si., bersama Dinas Kesehatan dan Puskesmas, turut menyoroti tindak lanjut terhadap bayi dan balita yang mengalami masalah gizi.

Wery menekankan intervensi terhadap anak dengan gizi buruk, gizi kurang maupun stunting perlu dilakukan secara maksimal dan berkelanjutan hingga kondisi anak membaik.

Penguatan juga dilakukan melalui edukasi kepada Kader Pembangunan Manusia (KPM), kader Posyandu dan petugas Puskesmas, termasuk mengenai pola asuh yang perlu menjadi bagian dari edukasi kepada keluarga.

Selain pemantauan balita, tim INEY di Siniu memberikan edukasi kepada remaja putri di SMKN 1 Siniu mengenai pentingnya konsumsi Tablet Tambah Darah (TTD) sebagai bagian dari upaya pencegahan masalah gizi sejak sebelum memasuki masa kehamilan.

Program INEY Fase II sendiri diarahkan untuk memperkuat intervensi gizi spesifik bagi kelompok prioritas, yakni remaja putri, ibu hamil, baduta dan balita.

Pendampingan dilakukan untuk meningkatkan kapasitas tenaga kesehatan dan kader serta memastikan hasil pemantauan pertumbuhan dapat ditindaklanjuti secara tepat.

Temuan di lapangan tersebut, menjadi bahan evaluasi bersama agar pemantauan pertumbuhan tidak berhenti pada kegiatan menimbang dan mengukur, tetapi menghasilkan data yang akurat serta diikuti intervensi bagi anak yang membutuhkan.

Baca berita lainnya di Google News

Laporan: Israwati

Bagikan ini:

  • Postingan

Menyukai ini:

Suka Memuat...
Tags: #DinkesParimo#kemenkes#parigimoutong#Sulteng
ShareSendTweet
Previous Post

Potensi Investasi dan Pariwisata Banggai Dorong Pengawasan WNA Diperkuat

Next Post

Wagub Reny Dorong Pelaku Usaha Cepat Beradaptasi dengan Pengadaan Digital

the OPINI

the OPINI

Related Posts

77.013 Keluarga di Parimo Berisiko Stunting, 16.105 Belum Miliki Jamban Layak

77.013 Keluarga di Parimo Berisiko Stunting, 16.105 Belum Miliki Jamban Layak

6 Oktober 2026
GENTING di Parimo Diminta Tak Berhenti pada Bantuan, Keluarga Berisiko Harus Dipetakan

GENTING di Parimo Diminta Tak Berhenti pada Bantuan, Keluarga Berisiko Harus Dipetakan

6 Oktober 2026
RSIA Defina Soroti Dilema Pelayanan Pasien di Tengah Aturan BPJS

RSIA Defina Soroti Dilema Pelayanan Pasien di Tengah Aturan BPJS

6 Oktober 2026
Pembiayaan Jadi Kendala, Dinkes Parimo Dorong Tenaga Puskesmas Masuk BPJS Ketenagakerjaan

Pembiayaan Jadi Kendala, Dinkes Parimo Dorong Tenaga Puskesmas Masuk BPJS Ketenagakerjaan

5 Oktober 2026
Dinkes Parimo Pantau Kabut Asap Lewat Surveilans Puskesmas

Dinkes Parimo Pantau Kabut Asap Lewat Surveilans Puskesmas

5 Oktober 2026
Makassar Jadi Percontohan Reformasi JKN, Pasien Bisa Dirujuk Langsung Sesuai Kemampuan RS

Makassar Jadi Percontohan Reformasi JKN, Pasien Bisa Dirujuk Langsung Sesuai Kemampuan RS

3 Oktober 2026

ARTIKEL TERKINI

Polisi Perketat Pemberantasan Narkotika di Sausu, 11 Paket Diduga Sabu Diamankan

Polisi Perketat Pemberantasan Narkotika di Sausu, 11 Paket Diduga Sabu Diamankan

6 Oktober 2026

Gempa Bumi Terkini 5.3 M Guncang 219 km TimurLaut TARAKAN-KALTARA

6 Oktober 2026
77.013 Keluarga di Parimo Berisiko Stunting, 16.105 Belum Miliki Jamban Layak

77.013 Keluarga di Parimo Berisiko Stunting, 16.105 Belum Miliki Jamban Layak

6 Oktober 2026
Diskusi dengan Bupati Parimo, Warga Toriapes Kasimbar Keluhkan Akses Jalan Rusak

Diskusi dengan Bupati Parimo, Warga Toriapes Kasimbar Keluhkan Akses Jalan Rusak

6 Oktober 2026
Rencana Ekonomi Transmigrasi Bahari Tomini Raya Diminta Berbasis Pasar

Rencana Ekonomi Transmigrasi Bahari Tomini Raya Diminta Berbasis Pasar

6 Oktober 2026
Load More

PILIHAN EDITOR

DLH Parimo Belum Bisa Pastikan Dampak Kabut Asap, Masih Tunggu Analisis KLH

DLH Parimo Belum Bisa Pastikan Dampak Kabut Asap, Masih Tunggu Analisis KLH

6 Oktober 2026
Pemda Banggai Dorong Sinergi Bantuan Rumah bagi Warga Miskin

Pemda Banggai Dorong Sinergi Bantuan Rumah bagi Warga Miskin

2 Oktober 2026
Armada Terbatas, Sasaran Retribusi Sampah Parimo Belum Optimal

Armada Terbatas, Sasaran Retribusi Sampah Parimo Belum Optimal

2 Oktober 2026

Gempa Bumi Terkini 5.1 M Guncang 111 km Tenggara SELAYAR-SULSEL

1 Oktober 2026
Nakhoda Kapal Berbendera Asing Butuh Evakuasi Medis di Perairan Balut

Nakhoda Kapal Berbendera Asing Butuh Evakuasi Medis di Perairan Balut

2 Oktober 2026
  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Etik
PERS MERDEKA

© 2026 | PT. Opinion Indonesia Group

  • Login
  • Daerah
  • Pendidikan
  • Politik
  • Ekonomi
  • Parlemen
  • Hukum Kriminal
  • Nasional
  • Olahraga
  • Ragam
  • Karya Anak Bangsa

© 2026 | PT. Opinion Indonesia Group

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
%d