PARIMO, theopini.id – Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang dan Pertanahan (PUPRP) Kabupaten Parigi Moutong (Parimo), Sulawesi Tengah berencana menyiapkan pelajar Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) dengan kompetensi di bidang konstruksi.
Program tersebut, direncanakan mulai dilaksanakan pada 2027 melalui kerja sama dengan pihak sekolah dan Balai Jasa Konstruksi Wilayah (BJKW) VI Makassar.
“Kita rencanakan kerja sama itu di 2027,” ujar Kepala Bidang Bina Marga pada Dinas PUPRP Parimo, I Wayan Mudana, di sela kegiatan Pelatihan dan Uji Sertifikasi Kompetensi bagi tenaga kerja konstruksi, Senin, 14 September 2026.
Menurutnya, kerja sama dengan SMK tersebut diarahkan untuk memberikan pemahaman teknis kepada pelajar, khususnya terkait keselamatan dan kesehatan kerja (K3) serta kompetensi di bidang konstruksi.
Langkah itu, kata dia, merupakan bagian dari upaya mempersiapkan generasi penerus yang memiliki sumber daya manusia (SDM) berkualitas di bidang konstruksi.
Kerja sama tersebut, nantinya diperkuat melalui sinergi antara Dinas PUPRP Parimo dan BJKW VI Makassar, dalam memberikan pelatihan kepada siswa SMK.
Wayan Mudana mengatakan, melalui pelatihan tersebut siswa diharapkan tidak hanya menguasai kemampuan akademis yang diperoleh melalui pendidikan formal, tetapi juga memiliki pengetahuan teknis dan manajerial di bidang konstruksi.
“Selain kemampuan akademis, paling tidak mereka juga sudah punya manajerial dan teknis konstruksi,” katanya.
Ia menambahkan, rencana kerja sama tersebut telah masuk dalam tahap pembahasan bersama pihak sekolah.
Ke depan, pelaksanaan pelatihan akan dilakukan melalui sinergi dengan BJKW VI Makassar yang selama ini rutin memberikan pelatihan bagi siswa.
Dalam pelaksanaannya, BJKW VI Makassar juga diharapkan dapat membantu menanggung sebagian anggaran kegiatan pelatihan.
Adapun materi pelatihan dan sertifikasi yang dapat diberikan kepada siswa SMK antara lain Teknik Konstruksi Perumahan (TKP), seperti praktik pembuatan kuda-kuda rangka baja, Desain Pemodelan dan Informasi Bangunan (DPIB), hingga sertifikasi K3 konstruksi.
Wayan Mudana berharap, kerja sama tersebut nantinya dapat memperkuat kesiapan SDM konstruksi di Kabupaten Parimo, sehingga mampu memenuhi kebutuhan tenaga kerja yang kompeten dan memiliki daya saing.
“Kami berharap dengan kerja sama itu nantinya daerah akan lebih siap dalam SDM di bidang konstruksi yang bisa bersaing, baik regional maupun nasional,” pungkasnya.
Baca berita lainnya di Google News














