PARIMO, theopini.id – Kabupaten Parigi Moutong (Parimo), Sulawesi Tengah, berpeluang menjadi salah satu lokus program Swasembada Ekonomi Hijau dan Pangan Terintegrasi (SEHATI) Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Kemendes PDT) pada 2027.
Peluang tersebut, disampaikan Kepala Badan Pengembangan dan Informasi Desa, Daerah Tertinggal Kemendes PDT RI, Mulyadin Malik, saat menerima kunjungan kerja Bupati Parimo H Erwin Burase bersama rombongan di Jakarta, Rabu, 23 September 2026.
Mulyadin Malik menyambut baik kunjungan Pemerintah Daerah (Pemda) Parimo tersebut. Ia mengatakan, semula Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT) dijadwalkan menerima langsung rombongan, namun berhalangan hadir.
“Terima kasih Pak Bupati, sudah berkunjung ke Kemendes PDT. Seyogyanya Pak Menteri yang akan langsung menerima kunjungan rombongan Pemda Parimo, hanya saja berhalangan hadir,” kata Mulyadin.
Ia mengatakan, sesuai pesan Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT), secara substansi Kabupaten Parimo menjadi salah satu lokus program SEHATI pada 2027.
Menurutnya, program SEHATI memiliki alokasi anggaran sebesar Rp11 triliun yang diperuntukkan bagi 7.000 desa mandiri pangan di Indonesia.
“Total anggaran masing-masing desa bervariasi mulai dari Rp1 miliar hingga Rp2,5 miliar. Tidak elok kalau Kabupaten Parimo tidak dapat program ini, apalagi Pak Bupati sudah datang,” ungkapnya.
Mulyadin mengungkapkan, alokasi anggaran tersebut merupakan hibah dari Bank Dunia yang bekerja sama dengan Kemendes PDT, sehingga berada di luar APBN.
Salah satu indikator Kabupaten Parimo diperhitungkan untuk menerima program tersebut, kata dia, karena daerah ini terbuka dengan adanya transmigrasi. Kondisi tersebut dinilai dapat mempercepat proses hilirisasi.
“Makanya Kabupaten Parimo diperhitungkan ke depan. Tinggal bagaimana nanti mengelolanya, atas nama Pemda bersama DPRD serta OPD-nya, agar bisa maju ke depan,” tukasnya.
Sementara itu, Bupati H Erwin Burase mengatakan, Kabupaten Parimo merupakan wilayah dengan jumlah penduduk terbanyak di Sulawesi Tengah, mencapai 467 ribu jiwa, dengan 273 desa dan lima kelurahan.
Menurutnya, program SEHATI Kemendes PDT yang mendorong swasembada pangan, ekonomi hijau, ketahanan pangan, serta hilirisasi dapat dikolaborasikan dengan visi Kabupaten Parimo, yakni Maju, Mandiri dan Berkelanjutan melalui Gerakan Membangun Desa (Gerbang Desa).
Ia mengatakan, Kabupaten Parimo memiliki beragam potensi yang dapat dikembangkan, salah satunya sebagai penghasil beras terbesar di Sulawesi Tengah.
Di sektor perkebunan, komoditas unggulan Kabupaten Parimo adalah durian dengan jumlah tegakan 5.577 pohon dan luas lahan kurang lebih 5.577 hektare.
“Durian asal Kabupaten Parimo sekarang sudah ekspor ke Tiongkok dalam bentuk beku. Jumlah packing house 17, tiga di antaranya telah memiliki izin ekspor,” jelasnya.
Selain durian, Kabupaten Parimo juga termasuk daerah penghasil terbesar komoditas kelapa dalam di Sulawesi Tengah. Begitu pula dengan hasil produksi perikanan, khususnya ikan tongkol.
Seluruh sektor tersebut, kata dia, perlu terus didorong dan dikembangkan agar memberikan dampak terhadap peningkatan perekonomian masyarakat Kabupaten Parimo.
“Saat ini, sudah mulai banyak pihak-pihak yang masuk ke Kabupaten Parimo melirik sektor-sektor tersebut, seperti perikanan, pertanian dan perkebunan,” ujarnya.
Ia mengatakan, efisiensi yang terjadi saat ini turut berdampak terhadap desa-desa, khususnya di Kabupaten Parimo. BUMDes yang dikembangkan di sejumlah desa, kata dia, sudah berjalan dan mulai mengalami kemajuan.
Karena itu, Bupati Erwin berharap Kemendes PDT dapat memberikan dukungan kepada Kabupaten Parimo melalui program SEHATI untuk mendorong kemajuan daerah.
Dalam kunjungan tersebut, turut hadir Ketua DPRD Parimo Alfres Tonggiroh, Wakil Ketua Sayutin Budianto beserta sejumlah anggota DPRD, serta sejumlah kepala OPD terkait.
Baca berita lainnya di Google News
Laporan: Israwati















