the OPINI
No Result
View All Result
  • Login
  • Daerah
  • Pendidikan
  • Politik
  • Ekonomi
  • Parlemen
  • Hukum Kriminal
  • Nasional
  • Olahraga
  • Ragam
  • Karya Anak Bangsa
  • Daerah
  • Pendidikan
  • Politik
  • Ekonomi
  • Parlemen
  • Hukum Kriminal
  • Nasional
  • Olahraga
  • Ragam
  • Karya Anak Bangsa
No Result
View All Result
the OPINI
No Result
View All Result
Home Kesehatan

RAD KIA Parimo Ditargetkan Aplikatif dan Masuk Penganggaran 2027

the OPINIbythe OPINI
1 Oktober 2026
in Kesehatan
Reading Time: 2 mins read
the OPINIbythe OPINI
1 Oktober 2026
in Kesehatan
Reading Time: 2 mins read
RAD KIA Parimo Ditargetkan Aplikatif dan Masuk Penganggaran 2027

Lokakarya dan diskusi kelompok terarah atau FGD penyusunan RAD penurunan KIA di Parigi, Kamis, 1 Oktober 2026. (Foto: IST)

Baca Juga

Kasus Dugaan Kekerasan Siswa SD Berakhir Mediasi, Laporan Dicabut dan Guru Dimutasi

Suli Indah Jalani Penilaian Desa Percontohan Antikorupsi Sulteng

Bupati Erwin: Pesparani Jadi Momentum Perkuat Kerukunan dan Persaudaraan

PARIMO, theopini.id — Pemerintah Daerah (Pemda) Parigi Moutong (Parimo) bersama Yayasan IPAS Indonesia mulai mematangkan Rencana Aksi Daerah (RAD) Penurunan Kematian Ibu dan Anak (KIA) periode 2027–2031.

Dokumen tersebut, diarahkan agar memuat program yang jelas dan dapat langsung diterapkan oleh perangkat daerah.

“Dalam RAD nantinya, tidak lagi bersifat umum, jadi harus aplikatif dan siap dilaksanakan. Indikatornya harus jelas,” ujar Kepala Bappelitbangda Parimo, Irwan dalam pembahasan RAD KIA di Parigi, Kamis, 1 Oktober 2026.

Menurutnya, penyusunan RAD KIA juga perlu mengubah pendekatan dalam penanganan persoalan kematian ibu dan anak.

Pemda Parimo, kata dia, tidak dapat hanya melihat persoalan dari sisi masyarakat atau komunitas, tetapi perlu membangun pendekatan pelayanan yang mampu menjangkau seluruh kelompok masyarakat.

“Sebagai pelayan publik, pemerintah daerah yang harus berinovasi merangkul seluruh lapisan masyarakat, termasuk komunitas adat terpencil,” katanya.

Penyusunan RAD tersebut, akan menggunakan analisis data berdasarkan karakteristik wilayah Parigi Moutong, meliputi wilayah selatan, tengah, dan utara.

Proses penyusunannya juga melibatkan masyarakat melalui lokakarya dan diskusi kelompok terarah atau FGD, mulai dari tingkat desa hingga kabupaten.

Kabupaten Parimo dipilih Bappenas dan Kementerian Kesehatan (Kemenkes), sebagai lokasi percontohan atau piloting Kerangka Kerja Nasional Penurunan Kematian Ibu dan Anak (KKNPKIA) di Sulawesi Tengah.

Pemilihan tersebut berkaitan dengan kondisi geografis, kapasitas fiskal, serta kebutuhan penanganan kasus kematian ibu dan anak di daerah.

Sepanjang 2025, Kabupaten Parimo mencatat 10 kasus kematian ibu dan 70 kasus kematian bayi baru lahir. Eklamsia disebut sebagai penyebab utama kematian ibu, sementara gangguan respirasi dan kardiovaskular menjadi penyebab dominan pada kematian anak.

Selain persoalan medis, penyusunan RAD juga akan mempertimbangkan sejumlah faktor lain yang berkaitan dengan kesehatan ibu dan anak, termasuk angka perkawinan anak, cakupan pemeriksaan kehamilan, serta akses terhadap sanitasi dan air minum layak.

Konsultan IPAS Indonesia, Nur Safitri Lasibani, mengatakan penyusunan RAD KIA dilakukan secara partisipatif dengan melibatkan berbagai sektor.

Salah satu fokusnya, memastikan program prioritas KIA terintegrasi dalam perencanaan dan penganggaran daerah.

“RAD ini disusun secara partisipatif agar tercipta rasa kepemilikan oleh multipihak dan lintas sektor. Fokus utama kita adalah memastikan program prioritas dan alokasi anggaran KIA benar-benar masuk dalam APBD 2027,” jelas Nur Safitri.

Untuk mendukung pelaksanaan program, Pemda Parimo juga telah membentuk Tim Percepatan Penurunan Angka Kematian Ibu dan Anak (TP2AKIA).

Tim tersebut, akan berperan dalam koordinasi lintas perangkat daerah, pemantauan pelaksanaan program, serta evaluasi capaian secara berkala.

Baca berita lainnya di Google News

Bagikan ini:

  • Postingan

Menyukai ini:

Suka Memuat...
Tags: #Bappenas#kemenkes#parigimoutong#PemdaParimo#Sulteng#YayasanIPASIndonesia
ShareSendTweet
Previous Post

Bupati Erwin: Pesparani Jadi Momentum Perkuat Kerukunan dan Persaudaraan

Next Post

Suli Indah Jalani Penilaian Desa Percontohan Antikorupsi Sulteng

the OPINI

the OPINI

Related Posts

Dokter Spesialis Anak Akan Hadir di RSUD Buluye Napoa’e Moutong 3 Oktober 2026

Dokter Spesialis Anak Akan Hadir di RSUD Buluye Napoa’e Moutong 3 Oktober 2026

30 September 2026
Wabup Parimo Tekankan Pelayanan Puskesmas Harus Cepat dan Ramah

Wabup Parimo Tekankan Pelayanan Puskesmas Harus Cepat dan Ramah

30 September 2026
Layanan Penunjang Rumah Sakit di Parimo Masih Terbatas, Pasien Terpaksa Dirujuk

Layanan Penunjang Rumah Sakit di Parimo Masih Terbatas, Pasien Terpaksa Dirujuk

30 September 2026
IDI Gorontalo Didorong Perluas Pemeriksaan Kesehatan Gratis ke Berbagai Komunitas

IDI Gorontalo Didorong Perluas Pemeriksaan Kesehatan Gratis ke Berbagai Komunitas

27 September 2026
Bupati Banggai Dorong PDGI Perluas Edukasi Kesehatan Gigi hingga Desa

Bupati Banggai Dorong PDGI Perluas Edukasi Kesehatan Gigi hingga Desa

27 September 2026
Wabup Parimo: Apoteker Punya Peran Penting Pastikan Penggunaan Obat Aman

Wabup Parimo: Apoteker Punya Peran Penting Pastikan Penggunaan Obat Aman

26 September 2026

ARTIKEL TERKINI

Gempa Bumi Terkini 5.1 M Guncang 111 km Tenggara SELAYAR-SULSEL

1 Oktober 2026
Kasus Dugaan Kekerasan Siswa SD Berakhir Mediasi, Laporan Dicabut dan Guru Dimutasi

Kasus Dugaan Kekerasan Siswa SD Berakhir Mediasi, Laporan Dicabut dan Guru Dimutasi

1 Oktober 2026
Suli Indah Jalani Penilaian Desa Percontohan Antikorupsi Sulteng

Suli Indah Jalani Penilaian Desa Percontohan Antikorupsi Sulteng

1 Oktober 2026
RAD KIA Parimo Ditargetkan Aplikatif dan Masuk Penganggaran 2027

RAD KIA Parimo Ditargetkan Aplikatif dan Masuk Penganggaran 2027

1 Oktober 2026
Bupati Erwin: Pesparani Jadi Momentum Perkuat Kerukunan dan Persaudaraan

Bupati Erwin: Pesparani Jadi Momentum Perkuat Kerukunan dan Persaudaraan

1 Oktober 2026
Load More

PILIHAN EDITOR

Belajar dari Kriyanusa 2026, Dekranasda Parimo Siapkan Pengembangan Kerajinan Lokal

Belajar dari Kriyanusa 2026, Dekranasda Parimo Siapkan Pengembangan Kerajinan Lokal

26 September 2026
Rumah Warga di Tomoli Utara Terbakar, Satu KK Mengungsi

Rumah Warga di Tomoli Utara Terbakar, Satu KK Mengungsi

27 September 2026
Bupati Banggai Dorong PDGI Perluas Edukasi Kesehatan Gigi hingga Desa

Bupati Banggai Dorong PDGI Perluas Edukasi Kesehatan Gigi hingga Desa

27 September 2026
Kapolda Sulteng Minta Personel Polres Tolitoli Rawat Kepercayaan Masyarakat

Kapolda Sulteng Minta Personel Polres Tolitoli Rawat Kepercayaan Masyarakat

30 September 2026
FKUB Sulteng Usulkan Penguatan Moderasi Beragama bagi Babinsa

FKUB Sulteng Usulkan Penguatan Moderasi Beragama bagi Babinsa

25 September 2026
  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Etik
PERS MERDEKA

© 2026 | PT. Opinion Indonesia Group

  • Login
  • Daerah
  • Pendidikan
  • Politik
  • Ekonomi
  • Parlemen
  • Hukum Kriminal
  • Nasional
  • Olahraga
  • Ragam
  • Karya Anak Bangsa

© 2026 | PT. Opinion Indonesia Group

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
%d