the OPINI
No Result
View All Result
  • Login
  • Daerah
  • Pendidikan
  • Politik
  • Ekonomi
  • Parlemen
  • Hukum Kriminal
  • Nasional
  • Olahraga
  • Ragam
  • Karya Anak Bangsa
  • Daerah
  • Pendidikan
  • Politik
  • Ekonomi
  • Parlemen
  • Hukum Kriminal
  • Nasional
  • Olahraga
  • Ragam
  • Karya Anak Bangsa
No Result
View All Result
the OPINI
No Result
View All Result
Home Daerah

Bappelitbangda Parimo Sebut Bangkalan Disebabkan Kekurangan Nutrisi Tanah

the OPINIbythe OPINI
3 Oktober 2026
in Daerah
Reading Time: 3 mins read
the OPINIbythe OPINI
3 Oktober 2026
in Daerah
Reading Time: 3 mins read
Bappelitbangda Parimo Sebut Bangkalan Disebabkan Kekurangan Nutrisi Tanah

Kepala Bidang Penelitian dan Pengembangan Bappelitbangda Parimo, Mardiana. (Foto: Oppie)

Baca Juga

Pemda Parimo Gandeng BNNK Poso Perkuat Pencegahan Narkoba

Antre Solar Subsidi Setiap Hari, Polsek Parigi Soroti Aktivitas 60 Truk Reot

Ketua TP-PKK Parimo Tekankan Tes HIV Ibu Hamil demi Selamatkan Bayi

PARIMO, theopini.id – Bappelitbangda Parigi Moutong (Parimo), Sulawesi Tengah, menyebut penyakit bangkalan pada durian montong berkaitan dengan kekurangan nutrisi tanah.

Kepala Bidang Penelitian dan Pengembangan Bappelitbangda Parimo, Mardiana, mengatakan temuan tersebut diperoleh dari penelitian penanggulangan bangkalan yang berlangsung sekitar enam bulan, dan melibatkan akademisi Fakultas Pertanian Universitas Tadulako (Untad) Kota Palu.

“Kalau dari hasilnya itu bukan penyebab karena virus. Petani selama ini menganggapnya dari virus. Nah, tapi kalau hasil penelitian itu dari nutrisi tanah, karena rata-rata tanah di Kabupaten Parimo sudah terkontaminasi dengan tingginya pestisida atau racun,” kata Mardiana di Parigi, Rabu, 30 September 2026.

Penelitian tersebut, merupakan satu-satunya kajian yang dilakukan Bappelitbangda Parimo pada 2026 dan berakhir pada awal September.

Namun, hasil treatment belum dapat dinilai secara maksimal, karena tim masih menunggu tanaman menghasilkan buah pada awal Januari 2027.

“Kita menunggu sampai hasil buah untuk di awal Januari nanti. Apakah dari hasil itu buahnya nanti akan berkurang bangkalannya atau tidak?” ujarnya.

Penanganan yang diuji dalam penelitian dilakukan melalui pemberian pupuk organic, dan pestisida untuk mengembalikan nutrisi tanah. Tim peneliti juga telah menyusun Petunjuk Teknis (Juknis) yang mengatur tahapan pemberian pupuk.

Sampel penelitian diambil dari wilayah utara dan selatan Parimo, masing-masing di Kecamatan Kasimbar dan Desa Beraban, Kecamatan Balinggi.

“Di Beraban dua sampel saja karena baru itu yang bisa kami ambil sampelnya. Jadi wilayah utara satu, wilayah selatan satu,” katanya.

Mardiana mengatakan, penelitian idealnya dilakukan selama satu tahun, dengan treatment dimulai sebelum musim. Namun, pelaksanaannya disesuaikan dengan pagu anggaran yang tersedia.

Meski penelitian secara teknis dan administrasi telah selesai, pemantauan tanaman masih dilakukan bersama petani dan tim peneliti. Perkembangan treatment dibagikan petani melalui grup yang tetap dipantau oleh tim.

“Walaupun secara teknis untuk SPJ-nya sudah selesai, tapi informasi dari petani dan para peneliti juga masih terus memantau terus sampai hari ini,” ujar Mardiana.

Ia mengatakan, persoalan nutrisi tanah juga ditemukan berkaitan dengan pola budidaya durian. Petani disebut memberikan hormon untuk mendorong tanaman berbuah lebih cepat.

“Dari awal itu durian sudah dipaksa harus cepat berbuah,” katanya.

Karena itu, Mardiana menilai penanganan perlu dilakukan sejak awal pertumbuhan tanaman dengan memperhatikan kebutuhan nutrisi, termasuk penggunaan pupuk organik dan pupuk kandang.

Selain kekurangan nutrisi, pengamatan juga menemukan kondisi panas yang cukup tinggi dan kekurangan air. Namun, Mardiana menegaskan faktor utama yang ditemukan dalam penelitian adalah kondisi nutrisi tanah.

“Yang paling utama itu kekurangan nutrisi. Tanahnya kita ini mikronya sudah tidak bagus,” katanya.

Ia menyebut hasil kajian tidak mengarah pada aktivitas pertambangan, melainkan kondisi nutrisi tanah dan pola perlakuan terhadap tanaman durian.

Mardiana mengatakan formulasi treatment yang digunakan memiliki tahapan dan perbandingan tertentu. Penyebarluasan kepada petani masih menunggu hasil buah untuk melihat efektivitasnya.

Jika hasilnya baik, Bappelitbangda Parimo berencana mengembangkan formulasi tersebut lebih lanjut hingga dipatenkan.

“Insyaallah akan kami kembangkan dan tahapannya itu bisa kami sampai patentkan,” ujarnya.

Baca berita lainnya di Google News

Laporan: Mohammad Ridwan

Bagikan ini:

  • Postingan

Menyukai ini:

Suka Memuat...
Tags: #BappelitbangdaParimo#parigimoutong#Sulteng#UntadPalu
ShareSendTweet
Previous Post

Kemarau Panjang, Pemprov Gorontalo Salurkan 153 Alsintan untuk Petani

Next Post

Petani dan Nelayan Parimo Bisa Ikut BPJS Ketenagakerjaan Mandiri, Ini Ketentuan Iurannya

the OPINI

the OPINI

Related Posts

Anggaran Terbatas, Perbaikan Jalan Rambutan Gorontalo Dilakukan Bertahap

Anggaran Terbatas, Perbaikan Jalan Rambutan Gorontalo Dilakukan Bertahap

7 Oktober 2026
Munafri Usul Rasio Rumah dan Sekolah Disesuaikan dalam Pengembangan Hunian Makassar

Munafri Usul Rasio Rumah dan Sekolah Disesuaikan dalam Pengembangan Hunian Makassar

7 Oktober 2026
Rp250 Juta per Bulan untuk Sampah, DLH Gorontalo Dorong Pengurangan dari Rumah

Rp250 Juta per Bulan untuk Sampah, DLH Gorontalo Dorong Pengurangan dari Rumah

7 Oktober 2026
Banjir Berulang di Toribulu, Pemda Parimo Fokus Benahi Aliran Sungai

Banjir Berulang di Toribulu, Pemda Parimo Fokus Benahi Aliran Sungai

7 Oktober 2026
Lima SPPG di Parimo Belum Kantongi Pertek Limbah, DLH Targetkan Rampung 2026

Lima SPPG di Parimo Belum Kantongi Pertek Limbah, DLH Targetkan Rampung 2026

7 Oktober 2026
Integrasi Data Pertanahan, Pemda Parimo Gandeng BPN Perkuat Pendapatan Daerah

Integrasi Data Pertanahan, Pemda Parimo Gandeng BPN Perkuat Pendapatan Daerah

7 Oktober 2026

ARTIKEL TERKINI

Pemda Parimo Gandeng BNNK Poso Perkuat Pencegahan Narkoba

Pemda Parimo Gandeng BNNK Poso Perkuat Pencegahan Narkoba

8 Oktober 2026

Gempa Bumi Terkini 5.8 M Guncang 230 km BaratLaut TAHUNA-KEP.SANGIHE-SULUT

8 Oktober 2026
Antre Solar Subsidi Setiap Hari, Polsek Parigi Soroti Aktivitas 60 Truk Reot

Antre Solar Subsidi Setiap Hari, Polsek Parigi Soroti Aktivitas 60 Truk Reot

8 Oktober 2026
Ketua TP-PKK Parimo Tekankan Tes HIV Ibu Hamil demi Selamatkan Bayi

Ketua TP-PKK Parimo Tekankan Tes HIV Ibu Hamil demi Selamatkan Bayi

8 Oktober 2026
651 Lansia dan Disabilitas di Sigi Terima PANADA, Masing-masing Dapat Rp2 Juta

651 Lansia dan Disabilitas di Sigi Terima PANADA, Masing-masing Dapat Rp2 Juta

8 Oktober 2026
Load More

PILIHAN EDITOR

Pemda Parimo Tinggal Tunggu API BPHTB untuk Integrasi SISGITA

Pemda Parimo Tinggal Tunggu API BPHTB untuk Integrasi SISGITA

3 Oktober 2026
Diskusi dengan Bupati Parimo, Warga Toriapes Kasimbar Keluhkan Akses Jalan Rusak

Diskusi dengan Bupati Parimo, Warga Toriapes Kasimbar Keluhkan Akses Jalan Rusak

6 Oktober 2026
Makassar Jadi Percontohan Reformasi JKN, Pasien Bisa Dirujuk Langsung Sesuai Kemampuan RS

Makassar Jadi Percontohan Reformasi JKN, Pasien Bisa Dirujuk Langsung Sesuai Kemampuan RS

3 Oktober 2026
Pencarian Nelayan Hilang Kontak di Touna Hari Kedua Masih Nihil

Pencarian Nelayan Hilang Kontak di Touna Hari Kedua Masih Nihil

3 Oktober 2026
Anwar Hafid: Pemerintah Harus Menjamin Rakyat Aman dan Sejahtera

Anwar Hafid: Pemerintah Harus Menjamin Rakyat Aman dan Sejahtera

4 Oktober 2026
  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Etik
PERS MERDEKA

© 2026 | PT. Opinion Indonesia Group

  • Login
  • Daerah
  • Pendidikan
  • Politik
  • Ekonomi
  • Parlemen
  • Hukum Kriminal
  • Nasional
  • Olahraga
  • Ragam
  • Karya Anak Bangsa

© 2026 | PT. Opinion Indonesia Group

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
%d