PARIMO, theopini.id — Kabut asap menyelimuti sejumlah wilayah Kabupaten Parigi Moutong (Parimo), Sulawesi Tengah, dalam beberapa hari terakhir. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) masih menunggu penjelasan resmi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) terkait kondisi dan kualitas udara di daerah tersebut.
“Kami tadi hubungi BMKG, semacam meminta pernyataan resmi dari mereka karena mereka yang mengeluarkan pernyataan resmi semacam rilis,” kata Plt Kepala Pelaksana BPBD Parimo, Rivai, ditemui Senin 5 Oktober 2026.
Menurut Rivai, BPBD menerima informasi sementara bahwa kabut asap yang berdampak ke Parimo diduga berasal dari asap kebakaran di Papua dan Kalimantan yang terbawa dan terkumpul di sekitar ekuator.
Namun, informasi tersebut masih menunggu penjelasan resmi dari BMKG. BPBD juga perlu memastikan kondisi kualitas udara di Parimo sebelum menentukan langkah lebih lanjut terkait dampaknya terhadap masyarakat.
“Informasi yang kami dapatkan, wilayah Parimo terkena dampak kabut asap dari Papua dan Kalimantan yang terkumpul di equator,” ujarnya.
Rivai mengatakan, pengukuran kualitas udara saat ini tersedia di Kota Palu dan hasilnya menunjukkan adanya kabut asap. Sementara untuk Parimo, BPBD masih berkoordinasi untuk mendapatkan informasi mengenai kualitas udara di wilayah terdampak.
Menurutnya, informasi resmi dari BMKG diperlukan sebagai dasar pemerintah daerah menentukan langkah, termasuk memberikan imbauan kepada masyarakat apabila kondisi udara dinilai berdampak terhadap kesehatan.
Ia mencontohkan Kota Makassar, Sulawesi Selatan, yang telah mengeluarkan imbauan kepada masyarakat untuk menggunakan masker saat beraktivitas di luar rumah.
Namun, langkah serupa di Kabupaten Parimo masih menunggu hasil dan informasi resmi mengenai kondisi kualitas udara dari BMKG. Sementara itu, Rivai menyebut kondisi di Kabupaten Parimo masih terbantu oleh hujan yang terjadi dalam beberapa waktu terakhir.
Baca berita lainnya di Google News
Laporan: Israwati














