TOUNA, theopini.id — Seorang nelayan bernama Mpalang Lahaling (65) yang sempat hilang kontak di perairan Kulingkinari, Kepulauan Togean, Kabupaten Tojo Una-Una (Touna), Sulawesi Tengah, akhirnya ditemukan dalam kondisi selamat pada Senin, 5 Oktober 2026.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (Kansar) Palu, Muh. Rizal mengatakan, korban ditemukan oleh seorang nelayan yang melintas di sekitar perairan tersebut.
“Korban ditemukan dalam keadaan selamat oleh nelayan yang melintas. Setelah ditemukan, korban kemudian dievakuasi menuju Desa Bunta,” kata Rizal, dalam keterangan resminya.
Sebelumnya, korban dilaporkan hilang kontak setelah berangkat dari Bunta menuju Pulau Kabalutan pada Rabu, 30 September 2026, sekitar pukul 09.00 WITA.
Dalam perjalanan, korban diduga terbawa arus hingga sampai di Desa Kulingkinari, Kecamatan Batudaka, sekitar pukul 20.00 WITA. Masyarakat setempat memberikan bantuan bahan bakar minyak (BBM), agar korban dapat melanjutkan perjalanan menuju Desa Kabalutan.
Namun, hingga sekitar pukul 21.00 WITA, korban belum tiba di lokasi tujuan. Kejadian tersebut, kemudian dilaporkan kepada Unit Siaga SAR (USS) Ampana untuk mendapatkan bantuan pencarian.
Rizal mengatakan, operasi pencarian kembali dilaksanakan tim SAR gabungan pada Senin pagi. Tim terlebih dahulu melakukan briefing serta pembagian tugas dan menyampaikan petunjuk keselamatan sesuai prosedur operasi.
“Pukul 07.00 WITA, tim SAR gabungan melaksanakan pencarian menggunakan RIB di sepanjang perairan Kulingkinari sampai Kabalutan sesuai dengan rencana operasi,” ujarnya.
Pencarian berlangsung hingga sore hari. Sekitar pukul 15.45 WITA, tim SAR gabungan memperoleh informasi bahwa korban telah ditemukan oleh nelayan yang melintas.
Korban ditemukan pada koordinat 0°41’23.57″S – 121°45’39.77″E, atau sekitar 9 nautical mile (Nm) dari lokasi kejadian.
Setelah korban dievakuasi menuju Desa Bunta, operasi SAR dinyatakan selesai pada pukul 16.25 WITA dan diusulkan untuk ditutup.
“Dengan telah ditemukannya korban, operasi SAR dinyatakan selesai dan seluruh unsur potensi SAR dikembalikan ke kesatuannya masing-masing,” kata Rizal.
Dalam operasi tersebut, tim SAR gabungan melibatkan Rescue USS Ampana, Pos Polairud, BPBD Ampana, Damkar Ampana, RAPI Ampana, aparat desa, serta masyarakat.
Pencarian menggunakan sejumlah peralatan, di antaranya Rigid Inflatable Boat (RIB), rescue car, peralatan water rescue, navigasi, komunikasi, serta peralatan medis dan evakuasi.
Baca berita lainnya di Google News
Laporan: Moh Abdillah Novandi















