PARIMO, theopini.id – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Parigi Moutong (Parimo), Sulawesi Tengah, mencatat 6.231 orang terduga tuberkulosis (TB) hingga Agustus 2026.
Untuk itu, penemuan dan pemeriksaan kasus terus digenjot dengan menargetkan cakupan mencapai 80 persen pada triwulan IV-2026, melalui penguatan program hingga tingkat desa.
“Ini yang kami apresiasi. Kami hadir dengan komposisi penuh ini dari Dinas Kesehatan, bukan karena dilaksanakannya di desa. Tetapi karena ada komitmen dari kepala desa, pemerintah desa, camat, mereka melaksanakan ini, inilah yang kami apresiasi,” ujar Kepala Dinkes Parimo, Darlin saat pembentukan Desa Siaga Tuberkulosis di Puskesmas Pembantu (Pustu) Desa Kayuboko, Kecamatan Parigi Barat, Jum’at, 26 Oktober 2026.
Berdasarkan data Dinkes Parimo per Agustus 2026, cakupan penemuan dan pemeriksaan kasus TB menunjukkan peningkatan.
Pada triwulan I-2026, cakupannya mencapai 15 persen, kemudian naik menjadi 32 persen pada triwulan II, hingga mencapai 46 persen atau 1.816 orang pada triwulan III.
Dinkes Parimo menargetkan cakupan pemeriksaan dapat menembus 80 persen pada triwulan IV-2026. Untuk mencapai itu, penanganan TB membutuhkan gerak cepat dan kolaborasi lintas sektor hingga ke tingkat pemerintahan terbawah.
Pembentukan Desa Siaga Tuberkulosis di Desa Kayuboko menjadi salah satu langkah memperkuat penanggulangan penyakit tersebut.
Desa Kayuboko tercatat sebagai desa kedua di Kabupaten Parimo yang secara mandiri mengimplementasikan program Desa Siaga TB, setelah Desa Baliara.
“Di Desa Kayuboko sendiri, terdapat 14 orang terduga TB, dengan 10 orang di antaranya dilaporkan telah sembuh total setelah menjalani pengobatan secara teratur,” ujarnya.
Darlin mengapresiasi respons pemerintah desa dan kecamatan, dalam mendukung program tersebut. Menurutnya, komitmen pemerintah setempat menjadi bagian penting dalam pelaksanaan upaya penanggulangan TBC di masyarakat.
Pembentukan Desa Siaga TBC itu juga merupakan bagian dari pelaksanaan Surat Keputusan Bersama Tiga Menteri, yakni Menteri Dalam Negeri, Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal, serta Menteri Kesehatan.
Di tingkat Provinsi Sulawesi Tengah, program penanggulangan TB dijalankan melalui gerakan Berantas Infeksi TBC Mahasiswa, Jaga, dan Sayang Keluarga (Berani Magaya).
Sementara di Kabupaten Kabupaten Parimo, pemerintah daerah meluncurkan gerakan Masyarakat Mandiri, Peduli, dan Bebas TB (Mari Libas TB).
Untuk memperkuat deteksi dini, Dinkes Parimo juga mengupayakan pemenuhan sarana pendukung ke Kementerian Kesehatan (Kemenkes).
Selain mengusulkan rehabilitasi 19 unit Pustu dan delapan Puskesmas, kami juga dijadwalkan menerima bantuan pengadaan unit X-ray mobile.
“X-ray mobile akan mempermudah pemeriksaan rontgen paru langsung di desa, sehingga pemeriksaan dapat dilakukan lebih dekat dengan masyarakat tanpa harus merujuk pasien ke rumah sakit,” pungkasnya.
Baca berita lainnya di Google News















