PARIMO, theopini.id – Anggota DPRD Parigi Moutong (Parimo), Sulawesi Tengah, Yushar, mendesak pemerintah daerah dan pengelola stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) mengevaluasi kuota bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi bagi nelayan.
Pasalnya, kuota yang tersedia dinilai belum mencukupi kebutuhan operasional mereka untuk melaut setiap hari.
Menurut Yushar, kebutuhan BBM nelayan perlu menjadi perhatian karena berkaitan langsung dengan keberlangsungan aktivitas penangkapan ikan dan penghidupan masyarakat yang bergantung pada sektor tersebut.
“Saya berharap nelayan jangan diabaikan. Mereka juga punya kendaraan yang harus digunakan setiap hari untuk memenuhi kebutuhan hidupnya,” kata Yushar dalam rapat dengar pendapat (RDP) DPRD Parimo bersama pihak terkait yang membahas pemenuhan stok BBM bagi masyarakat, termasuk petani dan nelayan.
Ia menyoroti kuota BBM bersubsidi jenis solar maupun Pertalite yang diperuntukkan bagi nelayan. Khusus kapal penangkap ikan, jatah pembelian BBM melalui sistem barcode disebut hanya sebanyak 20 jeriken untuk setiap 13 hari.
Sementara itu, menurutnya, satu kapal penangkap ikan dapat menghabiskan hampir 10 jeriken BBM setiap hari saat beroperasi.
Dengan kebutuhan tersebut, jatah yang diberikan dinilai hanya cukup untuk beberapa hari melaut.
“Ini sangat tidak sesuai. Kalau 20 jeriken dihabiskan hanya dalam empat hari, bagaimana dengan sembilan hari berikutnya? Mereka mau buat apa?” ujarnya.
Yushar menegaskan, ketentuan kuota dan mekanisme penyaluran BBM bagi nelayan perlu dievaluasi agar sesuai dengan kebutuhan operasional di lapangan.
Ia menilai aktivitas nelayan yang bergantung pada BBM untuk melaut perlu mendapat perhatian, sebagaimana kendaraan darat yang membutuhkan bahan bakar untuk beroperasi.
Menurutnya, aktivitas penangkapan ikan juga menopang perekonomian masyarakat dan menjadi sumber penghidupan bagi puluhan hingga ratusan pekerja yang terlibat dalam usaha tersebut.
“Saya berharap kuota BBM bagi nelayan bisa dievaluasi lagi, agar mereka bisa melaut setiap hari dan ekonomi masyarakat tetap berjalan,” pungkasnya.
Baca berita lainnya di Google News
















