the OPINI
No Result
View All Result
  • Login
  • Daerah
  • Pendidikan
  • Politik
  • Ekonomi
  • Parlemen
  • Hukum Kriminal
  • Nasional
  • Lainnya
    • Olahraga
    • Ragam
    • Karya Anak Bangsa
  • Daerah
  • Pendidikan
  • Politik
  • Ekonomi
  • Parlemen
  • Hukum Kriminal
  • Nasional
  • Lainnya
    • Olahraga
    • Ragam
    • Karya Anak Bangsa
No Result
View All Result
the OPINI
No Result
View All Result
Home Daerah

Tekan Risiko Kematian Ibu, Parimo Bidik Edukasi Kesehatan Reproduksi Sejak Remaja

the OPINIbythe OPINI
4 November 2026
in Daerah
Reading Time: 3 mins read
the OPINIbythe OPINI
4 November 2026
in Daerah
Reading Time: 3 mins read
Tekan Risiko Kematian Ibu, Parimo Bidik Edukasi Kesehatan Reproduksi Sejak Remaja

Lokakarya I Penyusunan RAD Percepatan Penurunan Angka Kematian Ibu dan Anak yang diselenggarakan Bappelitbangda Parimo di ruang rapat lantai II Kantor Bupati Parimo, Senin, 2 November 2026. (Foto: Gimon)

Baca Juga

Kapolda Sulteng Tekankan Profesionalitas Penyidik Hadapi Pemberlakuan KUHAP Baru

DWP Parimo Perkuat Program Organisasi, Pengurus Dua OPD Dikukuhkan

Tari Dunia Nu Ngana, Merawat Budaya Kaili dan Mengangkat Hak Anak

PARIMO, theopini.id — Pemerintah Daerah (Pemda) Parigi Moutong (Parimo), Sulawesi Tengah, mulai mengarahkan strategi pencegahan risiko kematian ibu melalui penguatan edukasi kesehatan reproduksi sejak usia remaja.

Langkah ini, menjadi salah satu fokus dalam penyusunan Rencana Aksi Daerah (RAD) Percepatan Penurunan Angka Kematian Ibu dan Anak periode 2026–2029 bersama Yayasan IPAS Indonesia.

Konsultan IPAS Indonesia, Reza Anugrah, mengatakan penanganan kesehatan ibu dan anak tidak cukup hanya mengandalkan pendekatan medis ketika perempuan memasuki masa kehamilan. Intervensi perlu dilakukan lebih awal dengan membangun pemahaman kesehatan reproduksi sejak remaja.

“Selama ini penanganan kerap hanya berujung pada wacana dan rapat seremonial tanpa ada eksekusi yang menyentuh akar masalah. RAD kali ini kita rancang dengan memadukan metode top-down dan bottom-up agar intervensi tidak salah sasaran,” ujar Reza dalam Lokakarya I Penyusunan RAD Percepatan Penurunan Angka Kematian Ibu dan Anak di ruang rapat lantai II Kantor Bupati Parimo, Senin, 2 November 2026.

Menurutnya, penyusunan RAD KIA diarahkan untuk memperluas pendekatan penanganan. Tidak hanya dari aspek medis atau obstetrik, tetapi juga dengan mempertimbangkan faktor sosial, kultural, dan struktural yang memengaruhi kesehatan ibu dan anak.

Intervensi dirancang mencakup seluruh siklus kehidupan, mulai dari kelompok remaja, ibu hamil, masa nifas, hingga pemantauan tumbuh kembang bayi dan balita.

Edukasi kesehatan reproduksi juga diupayakan menjangkau anak-anak usia sekolah maupun mereka yang putus sekolah. Dalam hal ini, keluarga memiliki peran penting untuk memperkuat pemahaman anak mengenai kesehatan reproduksi sejak dini.

“Pendekatan tersebut menjadi bagian dari upaya membangun sistem pencegahan yang lebih inklusif,” jelasnya.

Sebab, persoalan kesehatan ibu dan anak tidak hanya berkaitan dengan ketersediaan layanan kesehatan, tetapi juga dipengaruhi pengetahuan, lingkungan keluarga, kondisi sosial, serta akses masyarakat terhadap informasi dan pelayanan.

Di sisi lain, keterbatasan anggaran daerah menjadi tantangan dalam pelaksanaan program. Rasionalisasi anggaran berpotensi memengaruhi operasional tenaga pendamping keluarga, bidan, dan petugas kesehatan, terutama dalam menjangkau masyarakat di wilayah pelosok.

Reza menilai efisiensi anggaran perlu tetap berorientasi pada hasil nyata. Karena itu, diperlukan penguatan kolaborasi lintas sektor dengan melibatkan Bappelitbangda, OPD teknis, pemerintah desa, hingga sektor swasta melalui program tanggung jawab sosial perusahaan atau Corporate Social Responsibility (CSR).

“Dukungan pendanaan dari pemerintah pusat juga menjadi salah satu alternatif untuk memastikan keberlanjutan program,” ujarnya.

Pemda Parimo menargetkan RAD tersebut rampung pada akhir 2026. Selanjutnya, dokumen tersebut diarahkan untuk memperoleh penguatan regulasi melalui produk hukum daerah agar menjadi pedoman pelaksanaan program dari tingkat kabupaten hingga desa pada awal 2027.

Melalui pendekatan tersebut, pencegahan risiko kematian ibu dan anak di Kabupaten Parimo diharapkan tidak hanya berfokus pada penanganan medis, tetapi juga memperkuat edukasi, keterlibatan keluarga, dan akses pelayanan kesehatan sejak tahap awal kehidupan.

Baca berita lainnya di Google News

Bagikan ini:

  • Postingan

Menyukai ini:

Suka Memuat...
Tags: #BappelitbangdaParimo#parigimoutong#Sulteng#YayasanIPASIndonesia
Previous Post

Bupati Erwin Dorong Turnamen Voli Jadi Wadah Pembinaan Atlet Parimo

Next Post

Tari Dunia Nu Ngana, Merawat Budaya Kaili dan Mengangkat Hak Anak

the OPINI

the OPINI

Related Posts

Pemprov Sulteng Andalkan Inovasi SEHATI dan Pemberdayaan Petani Miskin di IGA 2026

Pemprov Sulteng Andalkan Inovasi SEHATI dan Pemberdayaan Petani Miskin di IGA 2026

3 November 2026
Pemda Banggai Sosialisasikan Surat Edaran Optimalisasi Program JKN

Pemda Banggai Sosialisasikan Surat Edaran Optimalisasi Program JKN

3 November 2026
Buka Festival Gampiri 2026, Erwin Burase Dorong Pelestarian Budaya Lokal

Buka Festival Gampiri 2026, Erwin Burase Dorong Pelestarian Budaya Lokal

2 November 2026
Festival Budaya Gampiri 2026 Libatkan 220 Siswa, Angkat Potensi Seni dan Budaya Parimo

Festival Budaya Gampiri 2026 Libatkan 220 Siswa, Angkat Potensi Seni dan Budaya Parimo

2 November 2026
BPBD Parimo Salurkan Bantuan bagi Korban Kebakaran di Bolano dan Moutong

BPBD Parimo Salurkan Bantuan bagi Korban Kebakaran di Bolano dan Moutong

2 November 2026
Bappelitbangda Parimo Gelar Lokakarya I RAD Penurunan Kematian Ibu dan Anak

Bappelitbangda Parimo Gelar Lokakarya I RAD Penurunan Kematian Ibu dan Anak

2 November 2026

ARTIKEL TERKINI

Kapolda Sulteng Tekankan Profesionalitas Penyidik Hadapi Pemberlakuan KUHAP Baru

Kapolda Sulteng Tekankan Profesionalitas Penyidik Hadapi Pemberlakuan KUHAP Baru

4 November 2026
DWP Parimo Perkuat Program Organisasi, Pengurus Dua OPD Dikukuhkan

DWP Parimo Perkuat Program Organisasi, Pengurus Dua OPD Dikukuhkan

4 November 2026
Tari Dunia Nu Ngana, Merawat Budaya Kaili dan Mengangkat Hak Anak

Tari Dunia Nu Ngana, Merawat Budaya Kaili dan Mengangkat Hak Anak

4 November 2026
Tekan Risiko Kematian Ibu, Parimo Bidik Edukasi Kesehatan Reproduksi Sejak Remaja

Tekan Risiko Kematian Ibu, Parimo Bidik Edukasi Kesehatan Reproduksi Sejak Remaja

4 November 2026
Bupati Erwin Dorong Turnamen Voli Jadi Wadah Pembinaan Atlet Parimo

Bupati Erwin Dorong Turnamen Voli Jadi Wadah Pembinaan Atlet Parimo

4 November 2026
Load More

PILIHAN EDITOR

Kapolda Sulteng dan Pengadilan Tinggi Perkuat Koordinasi Penegakan Hukum

Kapolda Sulteng dan Pengadilan Tinggi Perkuat Koordinasi Penegakan Hukum

2 November 2026
Sou Mpelava Kenalkan Bahasa Kaili Tara Lewat Buku Cerita Anak Dwibahasa

Sou Mpelava Kenalkan Bahasa Kaili Tara Lewat Buku Cerita Anak Dwibahasa

29 Oktober 2026
HUT ke-62 Ampibabo, Bupati Erwin Dorong Generasi Muda Ambil Peran dalam Pembangunan

HUT ke-62 Ampibabo, Bupati Erwin Dorong Generasi Muda Ambil Peran dalam Pembangunan

2 November 2026
Wagub Reny: Pemuda Harus Jadi Penjaga Persatuan dan Keberagaman

Wagub Reny: Pemuda Harus Jadi Penjaga Persatuan dan Keberagaman

30 Oktober 2026
Golkar Salurkan 20 Pompa Air dan 6 Hand Traktor untuk Petani Parimo

Golkar Salurkan 20 Pompa Air dan 6 Hand Traktor untuk Petani Parimo

30 Oktober 2026
  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Etik
PERS MERDEKA

© 2026 | PT. Opinion Indonesia Group

  • Login
  • Daerah
  • Pendidikan
  • Politik
  • Ekonomi
  • Parlemen
  • Hukum Kriminal
  • Nasional
  • Lainnya
    • Olahraga
    • Ragam
    • Karya Anak Bangsa

© 2026 | PT. Opinion Indonesia Group

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
%d