Generator Oksigen Bernilai Miliaran di RSUD Moutong Tak Beroperasi

PARIMO, theopini.id – Generator oksigen di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Buluye Napoa’e Moutong, Kabupaten Parigi Moutong (Parimo), Sulawesi Tengah, senilai Rp 5,7 miliar tak lagi beroperasi.

Padahal, rencana awal pengadaan peralatan kesehatan yang dilaksanakan Dinas Kesehatan (Dinkes) Parimo pada 2018, bukan hanya untuk memenuhi kebutuhan oksigen RSUD Buluye Napoa’e Moutong saja.  

Namun, dapat menuntaskan permasalahan pemenuhan oksigen diempat Puskesmas terdekat di wilayah setempat. Sehingga, dapat memberikan kontribusi peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Baca Juga : Catatan Gedung Mangkrak di RSUD Buluye Napoae Moutong

Direktur RSUD Buluye Napoa’e Moutong, dr Sarlly Veronica mengatakan, manajemen rumah sakit sempat melakukan pengecekan peralatan produksi oksigen tersebut.

Dari hasil pengecekan, ditemukan beberapa bagian kabel jaringan yang sudah putus, akibat gigitan tikus. Sehingga, solusi tepat agar dapat beroperasi kembali, yakni mehadirkan teknisi instalasi jaringan oksigen untuk melakukan perbaikan.  

“Teknisi yang ahli ini ada di Jakarta. Kami mau mendatangkan teknisinya, cuman karena saat itu kendala pendemi Covid-19. Teknisinya itu menolak untuk datang,” ungkap dr Sarlly.

Menurutnya, teknisi instalasi jaringan juga sempat memberikan petunjuk kepada manajemen rumah sakit, agar mengganti beberapa peralatan yang mengalami kerusakan. Namun, tetap saja tidak membuahkan hasil.

Manajemen rumah sakit, kata dia, telah melakukan upaya untuk memperbaiki generator oksigen tersebut, dengan mengusulkan anggaran perbaikan. Namun, Pemerintah Daerah (Pemda) setempat hanya memberikan alokasi anggaran sebesar Rp 100 juta.

Sementara, berdasarkan perhitungan total biaya perbaikan mencapai Rp 200 juta. Sehingga, pihaknya memaksimalkan anggaran itu untuk pengadaan tabung oksigen, dan melakukan pengisian di Kota Palu.

Baca Juga : RSUD Buluye Napoae Moutong Kekurangan Persediaan Obat   

“Jadi ada pertimbangan, dari pada memperbaiki itu mahal, lebih baik kita membeli tabung. Jadi keputusannya kita pakai tabung saja,” tukasnya.

Komentar