PARIMO, theopini.id – Pemerintah Kelurahan Bantaya, Kecamatan Parigi, Kabupaten Parigi Moutong (Parimo), Sulawesi Tengah, mendukung dan merekomendasikan program rukun duka di dua lingkungan Rukun Warga (RW).
“Program ini, sebenarnya merupakan gagasan dari salah satu Karang Taruna Iloheluma di Kelurahan Bantaya,” ucap Lurah Bantaya, Chairil, SE di Parigi, Senin, 3 April 2023.
Baca Juga: Lebaran Ketupat, Wabup Parimo: Gunakan Sebagai Ajang Introspeksi Diri
Menurut dia, tujuan program rukun duka, untuk meringankan beban masyarakat saat ditimpa duka, dengan bantuan perlengkapan dan lain sebagainya.
Untuk saat ini, kata dia, program tersebut baru direkomendasikan kepada warga yang bermukim di RW 07 dan RW 08 di Kelurahan Bantaya.
“Untuk program awal, baru 2 RW, karena berada di sekitar Karang Taruna Iloheluma,” jelasnya.
Sebab, kemungkinan warga Bantaya di lingkungan lain, telah memiliki masjid dan tokoh agama yang mengurusi proses dukanya.
Hal itu, yang menjadi alasan program tersebut belum bisa diberlakukaan keseluruh RW. Apalagi, wilayah Bantaya memang cukup luas, di bandingkan kelurahan lain di Kecamatan Parigi.
Namun, tidak menutup kemungkinan ke depan akan direkomendasikan untuk seluruh RT/RW di Kelurahan Bantaya, bila program rukun duka itu berjalan dengan baik.
Sementara itu, Ketua Karang Taruna Iloheluma, Moh Rifai Pakaya mengatakan, tujuan dari program rukun duka tersebut, untuk mengembalikan lagi semangat gotong royong masyarakat.
Program tersebut, kata dia, akan memenuhi kebutuhan fardukifayah dalam duka, baik berupa dana maupun jasa yang dibutuhkan keluarga saat ditimpa musibah.
Untuk sumber dana program ini, berasal dari warga di 2 RW yang dikumpulkan setiap seminggu sekali, tepatkan hari Jum’at.
Baca Juga: Kelurahan Loji di Parimo Masih Tempati Gedung Tua
“Sebagian dari dana yang terkumpul, akan dibelanjakan untuk perlengkapan yang dibutuhkan,” jelasnya.
Dia berharap, terlaksananya program itu, akan membantu warga yang kurang mampu untuk memenuhi kebutuhannya dan memudahkan segala urusannya selama duka.
“Dikarenakan ingin mengubah suatu keadaan harus diawali dengan program,” pungkasnya













