Example 1280x250
Daerah  

Lebaran Ketupat, Wabup Parimo: Gunakan Sebagai Ajang Introspeksi Diri

Lebaran Ketupat, Wabup Parimo: Gunakan Sebagai Ajang Introspeksi Diri
Wakil Bupati Parimo, Badrun Nggai bersama sejumlah pejabat di wilayah Sulawesi Tengah, hadiri perayaan Lebaran Ketupat di Kelurahan Bantaya, Senin, 9 Mei 2022. (Foto : Prokopim)

PARIMO, theopini.id – Wakil Bupati (Wabup) Parigi Moutong (Parimo), Sulawesi Tengah, Badrun Nggai mengapresiasi pelaksanaan perayaan lebaran ketupat yang digelar warga Gorontalo, di Kelurahan Bantaya.

Dia berharap, kegiatan tersebut dapat digunakan sebagai ajang introspeksi diri, untuk saling memberi maaf antar sesame, dan memupuk tali persaudaraan yang sempat renggang serta terputus.

Baca Juga : Tradisi Lebaran Ketupat di Parimo Jadi Ajang Pererat Silaturahmi 

“Perayaan lebaran ketupat ini juga merupakan tradisi yang rutin dilaksanakan, bukan hanya sekedar menyantap dan sajian hidangan lainnya. Tetapi memiliki banyak amanah, salah satunya mempererat tali silaturrahim serta juga saling maaf memaafkan,” ungkap Wabup, saat menyampaikan sambutannya, Senin, 9 Mei 2022.

Sementara itu, Ketua Panitia pelaksana perayaan lebaran ketupat, Muchtar Hululo mengatakan, terlaksananya kegiatan tersebut berkat kerja sama antara pihaknya dengan dan Pemerintah Kelurahan Bantaya, serta masyarakat setempat.

Menurutnya, tujuan dilaksanakan perayaan lebaran ketupat merupakan salah satu bentuk wujud masyarakat Gorontalo di tanah rantau.

Baca Juga : Sholat Idufitri di Sejumlah Masjid di Kota Parigi Berlangsung Aman

Kegiatan itu juga, merupakan etnis Jawa dan Gorontalo, yang kemudian menjadi tradiri warga Kelurahan Bantaya.

Hadir pada perayaan lebaran ketupat tersebut, yakni unsur Forkopimda Parimo, anggota Komisi II DPR RI Anwar Hafid, Mantan Gubernur Sulawesi Tengah, Longki Djanggola, anggota DPRD Sulawesi Tengah, Fraksi Demokrat, Hidayat Pakamundi, dan Moh. Nur Dg Rahmatu, dan OPD di lingkungan Parimo.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!