PARIGI, theopini.id – Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Sulawesi Tengah menilai, pola asuh yang tak maksimal, menjadi sumber utama peningkatan angka Stunting.
“Pola asuh yang tidak maksimal dari cara memilih makanan, merawat anak dan perawatan ibu hamil yang tidak baik,” kata Sekretaris TPPS Sulawesi Tengah, Tuti Sartiana, saat menghadiri Rapat Kerja Evaluasi Percepatan Penurunan Stunting Semester I di Kabupaten Parimo, Rabu, 26 Juli 2023.
Baca Juga: Sinergikan Program Kerja, BKKBN Gelar Rekonsiliasi TPPS se-Sulteng
Menurutnya, berdasarkan data TPPS Sulawesi Tengah, penyebab terjadinya peningkatan angka Stunting, karena adanya kesalahan pola asuh yang belum maksimal.
Sehingga, hal terpenting yang harus diubah, yakni mencegah terjadinya pernikahan dini, dan seks bebas pada anak serta merawat reproduksi anak yang akan menjadi calon ibu.
Berdasarkan rilis Badan Pusat Statistik (BPS) pada 2020, pernikahan dini di Sulawesi Tengah termasuk tertinggi di Indonesia.
Sementara, data Kementerian Agama (Kemenag) Provinsi Sulawesi Tengah dari 2016-2022, angka pernikahan anak di bawah usia 18 tahun, sebanyak 9.502.
“Dari jumlah tersebut, Parimo termasuk kabupaten dengan pernikahan anak tertinggi, sebanyak 2.190 pernikahan,” katanya.
Tuti Sartiana mendorong orang tua dan Pemerintah Daerah (Pemda) Parimo, untuk menyeriusi permasalahan tersebut, dan dijadikan prioritas dalam mengatasi Stunting.
Selain itu, dampak dari pernikahan dini juga akan meningkatkan angka putus sekolah, KDRT, perceraian, dan kematian pada bayi..
“Angka prevalesi Stunting di Sulawesi Tengah, masih sangat tinggi diangka 29,7 persen,” imbuhnya.
Baca Juga: Kartikowati: Bebaskan Anak dari Terlambatnya Perkembangan Otak
Untuk mencapai angka yang diharapkan, kata dia, dibutuhkan komitmen pemerintah setempat, serta dukungan dari stakeholder, mitra yang terlibat serta OPD terkait di dalam TPPS.
“Kami percaya Ketua TPPS Parimo telah melakukan upaya dan inovasi. Saya berharap tetap meningkatkan koordinasi dalam melaksanakan konvergensi Stunting, agar penurunan Stunting dapat terealisasi sesuai target,” pungkasnya.

Komentar