PARIMO, theopini.id – Sekretaris Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Parigi Moutong (Parimo), Sulawesi Tengah meminta seluruh pihak berperan aktif membebaskan anak dari terlambatnya perkembangan otak.
“Pencegahan Stunting sedini mungkin, dilakukan untuk membebaskan anak Indonesia dari terlambatnya perkembangan otak,” ucap Kartikowati, dalam sambutannya di Rakor TPPS Parimo, Selasa, 31 Januari 2023.
Baca Juga : Serius Turunkan Stunting, Pemda Parimo Gelar Rakor TPPS
Menurutnya, upaya pencegahan Stunting membutuhkan keterpaduan, intervensi pada lokasi dan kelompok sasaran komoditas, atau rumah tangga pada seribu hari pertama kehidupan.
Pencapaian intergritas tersebut, juga membutuhkan pembahasan, perencanaan penganggaran, pelaksanaan pemantauan dan pengendalian lintas sektor antar pemerintah dan masyarakat.
Terkait, kegiatan rapat koordinasi percepatan penurunan Stunting, kata dia, dilaksanakan sesuai Perpres No. 73 tahun 2021 tentang peraduan penurunan Stunting.
Kemudian, peraturan Menteri Kesehatan No. 29 tahun 2019 tentang penanggulangan gizi pada anak karena penyakit. Bahkan, Peraturan Mentri Desa Pembangunan Desa Tertinggal dan Transmigrasi No. 8 tahun 2022 tentang prioritas pembangunan dana desa di 2023.
“Selain itu, peraturan BKKBN No 12 tahun 2021, tentang aksi nasional pencegahan Stunting di Indonesia 2021-2026, serta Perda Parimo No4 tahun 2021, tentang pembangunan jangka menengah parimo tahun 2021-2026,” bebernya.
Kegiatan ini, kata dia, bertujuan untuk terbentuknya tim penurunan Stunting secara dini, sekaligus bapak ibu asuh anak Stunting. (BUGAS).
Sehingga, dapat membangun komitmen serta hubungan dan keterlibatan lintas sektor diberbagai wilayah sebagai bapak ibu asu anak Stunting.
Baca Juga : Sinergikan Program Kerja, BKKBN Gelar Rekonsiliasi TPPS se-Sulteng
Kegiatan tersebut, diharapkan bisa mendapat satu kesepakatan yang menjadi rumusan dalam percepatan penurunan Stunting di Kabupaten Parimo.
“Sehingga, nantinya dapat menurunkan angka prevalensi Stunting di Kabupaten Parimo,” pungkasnya.







Komentar