Menko Marves Jelaskan Pentingnya Digitalisasi Ekonomi

JAKARTA, theopini.idMenteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut B. Pandjaitan memaparkan peran digitalisasi dalam pemulihan dan transformasi ekonomi Indonesia pasca pandemi.

“Saya kira perekonomian Indonesia akan bertransformasi menjadi industri hilirisasi dan tidak lagi bergantung pada raw commodities,” ujar Menko Marves, saat menghadiri China Mobile Southeast Asia Cooperation Conference, di Jakarta, Jum’at, 31 Agustus 2023.

Baca Juga: Mendagri Tegaskan Penanganan Stunting Butuh Dukungan Digitalisasi Data

Menurutnya, bila melihat kebijakan hilirisasi ke depan, membangun basis industri bernilai tambah tinggi untuk mendukung digitalisasi perekonomian yang semakin pesat dan tren ekonomi hijau.

Membahas ekonomi hijau, Luhut menyebutkan salah satu upaya menjaga pertumbuhan ekomomi secara berkelanjutan dengan digitalisasi, seperti pembuatan e-katalog, sistem pemerintahan yang terdigitalisasi, infrakstruktur, distribusi ekonomi, serta pendidikan.

“Kami punya 150 juta USD per tahun untuk pengadaan pemerintah, dulunya 90% impor. Tahun lalu, 30% kami membuat konten lokal, dan tahun ini kami mulai melakukan 85-90%,” bebernya.

Digitalisasi memiliki ikatan erat dengan sinyal telepon dan internet, di mana kualitasnya masih belum cukup, seperti di bagian Indonesia bagian timur.

Investasi infrastruktur digital di Indonesia, menciptakan dampak ekonomi terbesar di kawasan Asia Tenggara, dan meningkatkan PDB riil.

Menko Marves merasa, Indonesia ialah tempat terbaik untuk berinvestasi, karena sistemnya sangat transparan dan dapat mendukung investor mana pun.

Konektivitas digital juga dianggap penting dalam pembangunan ekonomi, karena akan berdampak pada peningkatkan UKM, membuka sektor industri baru dan kemajuan dalam bidang teknologi, memudahkan akses pendidikan, serta membuat lapangan kerja baru.

Baca Juga: OJK Berikan Edukasi Keuangan Jelang Digitalisasi UMKM

“Konektivitas digital berkontribusi besar terhadap perkembangan ekonomi digital yang akan menjadi pendorong penting tercapainya visi Indonesia 2045. Ini adalah area yang ingin kami kembangkan di Indonesia dan kami sangat menyambut Anda untuk berinvestasi di Indonesia,” pungkasnya.

Komentar