PARIMO, theopini.id – Palang Merah Indonesia (PMI) menggelar jalan santai, sunatan masal dan aksi donor darah dalam rangka memperingati HUT ke 78, di Kabupaten Parigi Moutong (Parimo), Sulawesi Tengah.
“Untuk HUT PMI ini, kita lakukan beberapa rangkaian kegiatan bekerja sama dengan beberapa pihak terkait,” ungkap Ketua PMI Parimo, Hj Nurwachidah Prihartini Tombolotutu, di Parigi, Selasa, 26 September 2023.
Baca Juga: Jusuf Kalla Lantik Dewan Kehormatan dan Pengurus PMI Sulteng
Dia mengatakan, PMI Parimo berinisiatif melaksanakan sunatan masal, karena telah lama tidak menggelar kegiatan tersebut. Khususnya, bagi masyarakat kurang mampu di wilayah eks Kecamatan Parigi.
“Kurang lebih, ada 20 orang anak, yang disunat dalam kegiatan peringatan HUT PMI tahun ini,” ujarnya.
Pada aksi donor darah, kata dia, menargetkan 50 kantong dengan sararan anggota PMI, Kepolisian, TNI, Satuan Polisi Pamong Praja, dan sejumlah pejabat lingkup pemerintah daerah, serta staf di jajarannya untuk ikut berpartisipasi.
Kegiatan ini, melibatkan Unit Transfusi Darah RSUD Anuntaloko Parigi, Baznas, Wahdah Inspirasi Zakat (WIZ), dan Dinas Kesehatan Parimo.
“Dari 68 pendonor, ada satu orang yang gagal, karena tidak mencukupi volume darah yang dibutuhkan, Sehingga terkumpul 67 kantong darah, atau melebihi target,” ujarnya.
Ia menyebut, PMI Parimo juga telah meluncurkan aplikasi satu darah, untuk memudahkan pasien menemukan para pedonor.
PMI Parimo menargetkan melalui aplikasi tersebut, ke depan bisa memenuhi darah per wilayah rumah sakit di Kabupaten Parimo.
“Harapan kami, aplikasi ini bisa tersosialisaskan melalui platform pemberitaan media online, mengingat sangat penting diketahui masyarakat,” tukasnya.
Baca Juga: PMI Diharapkan Terus Tingkatkan Kapasitas Personel Lewat Diklat
Selan aplikasi satu darah, PMI Parimo juga terus meningkatkan pelayanan dan pembinaan bagi Palang Merah Remaja (PMR).
“Karena PMI juga berkaitan dengan kesehatan, jadi kami tetap memantau seluruh persoalan kesehatan, sesuai arahan dari Menteri Kesehatan (Menkes),” pungkasnya.

Komentar