PARIMO, theopini.id – Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Parigi Moutong (Parimo), Sulawesi Tengah, terus gencar mengelar Gerakan Pangan Murah (GPM) hingga harga Kebutuhan Pokok Penting (Bapok) disejumlah pasar tradisional stabil.
“Dengan bantuan dana Dana Insentif Daerah (DID), kegiatan GPM akan terus dilaksanakan hingga 30 Desember,” kata Kepala Bidang Distribusi dan Cadangan Pangan, Rahmatia, di Parigi, Jum’at, 23 November 2023.
Baca Juga: Kendalikan Inflasi, Dinas Tanaman Pangan Sulteng Gelar GPM di Sigi
Menurutnya, GPM yang akan dilaksanakan hingga akhir Desember 2023, merupakan upaya Pemerintah Daerah (Pemda) memudahkan masyarakat memenuhi kebutuhannya jelang Natal dan Tahun Baru (Nataru).
Kemudian, GPM akan dilanjutkan pada awal tahun depan, untuk mengantisipasi kenaikan harga Bapok jelang bulan Ramadan dan perayaan Idulfitri 2024.
Bahkan jelang momen Nataru, Dinas Ketahanan Pangan Parimo akan melakukan penjualan secara mobile ke sejumlah titik keramaian masyarakat.
“Selagi harga Bapok belum stabil, program ini akan terus berjalan untuk menstabilkan harga,” tukasnya.
Dalam setiap pelaksanaan GPM, kata dia, Dinas Ketahanan Pangan Parimo akan menyiapkan sembilan komoditas, berupa beras, gula pasir, minyak goreng, tepung, cabai keriting, bawang dan telur ayam.
Beberapa komoditas, juga ditawarkan dalam bentuk paket, berisi beras 10 Kilogram, gula pasir 1 Kilogram, minyak goren 1 liter, dan tepung 1 kilogram, dengan harga terjangkau sebesar Rp150 ribu.
“Sementara beberapa komoditas lainnya, seperti telur, bawang dan cabai tidak dipaketkan, namun selisih harganya jauh lebih murah dibandingkan harga pasaran,” jelasnya.
Baca Juga: Sempat Terhenti, Dinas Ketahanan Pangan Parimo Kembali Gelar GPM
Selain pelaku usaha, Dinas Ketahanan Pangan Parimo juga melibatkan BULOG selaku penyedia beras dan PT Rajawali Sindo yang menyediakan stok minyak goring.
Rahmatia berharap, lewat program GPM yang dilaksanakan Dinas Ketahanan Pangan Parimo masyarakat bisa memenuhi kebutuhan Bapok, dengan harga terjangkau.














