PARIMO, theopini.id – Desa Sigenti, Kecamatan Tinombo Selatan terpilih menjadi peserta evaluasi desa teladan Peningkatan Kapasitas Aparatur Desa (PKAD) Tingkat Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng), bersama dua desa lainya di Kabupaten Parigi Moutong (Parimo).
Terpilihnya Desa Sigenti sebagai peserta evaluasi desa teladan PKAD 2024 termuat dalam surat pemberitahuan Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) Provinsi Sulawesi Tengah Nomor: 400.10.2.5/327PP.Des/Dis PMD.
Baca Juga: BRI Cabang Parigi Bantu Kelompok Nelayan di Desa Sigenti
“Kami tidak mengetahui aspek penilaiannya darimana,yang pasti sebagai Pemerintah Desa Sigenti, kami mengikuti kontestasinya pada tahun sebelumnya,” kata Kepala Desa Sigenti, Muhamad Makaramah, di hubungi, Sabtu, 03 Juli 2024.
Bahkan, kata dia, berdasarkan surat pemberitahuan Dinas PMD Sulawesi Tengah yang diterima pada 1 Agustus 2024, Sigenti meraih nilai tertinggi dari dua Desa Silenga dan Ampibabo.
Sebagai peserta yang akan dievaluasi untuk mewakili Sulawesi Tengah ke jenjang desa teladan nasional, pihaknya di minta untuk segera mempersiapkan kelengkapan persyaratan, dengan batas waktu hingga 5 Agustus 2024.
“Kurang lebih sembilan syarat, semuanya mengenai dokumen dan adminstrasi pemerintahan yang dikirm melalu goggle drive,” ungkapnya.
Persyarata itu, di antara mengenai administrasi desa, mulai dari laporan realisasi APBDes dua terakhir, legalitas struktural Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) hingga dokumen kerja sama.
Capaian kinerja ini, kata dia, juga telah diinformasikan ke masyarakarat, dan mendapat apresiasi serta dukungan.
“Masyarakat menilai, dengan meraih rating tertinggi di Kabupaten Parimo, desa dinilai mengalami perubahan, dari segi kemajuan,” tukasnya.
Selain itu, capaian ini akan menjadi langkah awal bagi desa yang dipimpinnya, dalam memperbaiki sistem pemerintahan dan manajemen administrasi keuangan.
Baca Juga: Program Pamsimas 2023, Sasar 10 Desa di Parimo
Ia berharap, apa yang diraih Desa Sigenti akan menjadi dorongan pemerintah desa lain di Sulawesi Tengah, khususnya Kabupaten Parimo. Sehingga, tercipta persaingan untuk mengubah serta membangun desanya masing-masing.












