PALU, theopini.id – Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIA Palu Kanwil membebaskan lima Warga Binaan (Wabin), pada Selasa, 20 Agustus 2024.
Kelima Wabin ini, dibebaskan melalui program reintegrasi Pembebasan Bersayarat (PB), karena telah memenuhi syarat penilaian dan melewati seluruh proses pembinaan.
Baca Juga: 215 Wabin Lapas Parigi Dapat Remisi Idulfitri, Satu di Antaranya Bebas
Dalam pembebasan ini, Operator SDP dan Petugas Registrasi Rutan Palu, Fahmi mengingatkan agar para Wabin dapat menjaga diri dan pergaulan selama menjalani pembebasan bersyarat.
Mengingat, beberapa pelaku tindak pidana atau tahanan baru yang masuk ke dalam rutan memiliki status Residivis atau mengulang kembali perbuatannya.
Situasi tersebut, salah satunya dipicu karena kurangnya integritas diri, dan berada di lingkungan pergaulan yang negatif.
“Kami terus menekankan, dan berpesan setiap kali ada yang bebas, baik itu melalui program integrasi ataupun bebas murni, agar mereka betul-betul menjaga diri, dan menghindari sejauh mungkin lingkungan berpotensi merusak diri,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Kanwil Kemenkumham Sulawesi Tengah, Hermansyah Siregar mengatakan, bebasnya kelima Wabin ini menjadi tanda keberhasilan Rutan Palu, dalam memberikan pembinaan serta bimbingan kepribadian.
Kelima Wabin yang dibebaskan ini, telah memenuhi syarat admnistratif ataupun subtantif, berdasarkan keputusan Direktorat Jenderal Pemasyarakatan.
“Ini gratis, tidak ada pungutan atau biayanya, jadi hak ini diberikan setelah melewati proses penilaian,” kata dia.
Sebelum dipulangkan ke rumah, para Wabin terlebih dahulu dibawa ke Balai Pemasyarakatan Kelas II Palu, untuk diberi pengarahan terkait tata cara menjalani pembebasan bersayarat.
Ia mengimbau para Wabin, agar dapat berperilaku baik selama menjalani masa pembebasan bersyarat.
Baca Juga: Sidang Putusan 8 Terdakwa Asusila, Oknum Brimob dan Kades Divonis Bebas
Harmansyah berharap seluruh pembinaan yang telah didapatkan selama menjalani masa tahanan, bisa diimplementasikan di tengah-tengah masyarakat.
“Jangan ulangi kesalahan, lakukan yang terbaik untuk keluarga, bangsa dan negara,” pungkasnya.













