Gubernur Sulteng: Kongres Mbaso Perkuat Kearifan Lokal di Tengah Arus Modernisasi

PALU, theopini.idGubernur Sulawesi Tengah, H Anwar Hafid menilai Kongres Mbaso sebagai langkah strategis memperkuat nilai-nilai kearifan lokal di tengah arus modernisasi.

Olehnya, ia mengapresiasi penyelenggaran Kongres Mbaso yang digagas Forum Pemuda Kaili Bangkit, dan mendorong agar menyusun kajian akademis untuk memformalkan hukum adat di Sulawesi Tengah.

Baca Juga: Anwar Hafid: Pentingnya Pendidikan Karakter yang Diwarisikan Guru Tua

“Bantu saya buat kajiannya untuk memformalkan hukum adat,” ujar Gubernur Anwar Hafid, saat menerima audiensi perwakilan Forum Pemuda Kaili Bangkit di kediamannya, Kota Palu, Senin pagi, 28 April 2025.

Ia mengatakan, sejak diterbitkannya Peraturan Daerah (Perda) tentang legalitas adat, pelestarian budaya lokal di Sulawesi Tengah memang telah memiliki payung hukum.

Namun, diperlukan langkah konkret agar hukum adat memiliki posisi lebih kuat dalam sistem hukum formal nasional.

Tidak hanya soal adat, Anwar Hafid menyoroti pentingnya pelestarian bahasa daerah. Olehnya, ia menyambut baik rencana Forum Pemuda Kaili Bangkit untuk menyusun kamus bahasa lokal.

“Saya mengapresiasi, Forum Pemuda Kaili Bangkit yang mau mengajak seluruh elemen masyarakat menghidupkan kembali penggunaan bahasa daerah, khususnya di lingkungan keluarga dan sekolah,” ujarnya.

Di bidang pendidikan, ia mengungkapkan rencana pembangunan Sekolah Rakyat untuk anak-anak dari keluarga kurang mampu, khususnya dari kelompok Desil 1 dan Desil 2.

Program ini, bertujuan membentuk 1.000 pemuda Sulawesi Tengah mendapatkan akses pendidikan melalui pembiayaan pemerintah.

“Kementerian Sosial (Kemensos) telah menyetujui usulan pembangunan Sekolah Rakyat di Kabupaten Tojo Una-una (Touna) dan Donggala sebagai tahap awal program tersebut,” ungkapnya.

Pada kesempatan itu, ia pun menyinggung masalah lingkungan, khususnya terkait maraknya buaya di sekitar Teluk Palu.

Ia mengusulkan, upaya penangkaran buaya sebagai solusi menjaga keamanan warga, sekaligus membuka peluang ekowisata baru.

Sementara itu, Ketua Panitia Kongres Mbaso, Abd Rahman Syamsu, mengungkapkan, kongres akan mengangkat tema besar kearifan lokal dan harmonisasi hukum adat, dengan program pembangunan daerah.

Baca Juga: Gubernur Gorontalo Lirik Limbah Medis di Sulut Sebagai Sumber PAD

Ia juga memastikan, komitmen Forum Pemuda Kaili Bangkit untuk mendukung pelestarian budaya melalui penyusunan kamus bahasa daerah, dan berkontribusi pada program penangkaran buaya di Teluk Palu.

“Kongres Mbaso direncanakan berlangsung pada Agustus 2025, dengan fokus utama penguatan hukum adat dan pelestarian budaya lokal,” pungkasnya.

Komentar