the OPINI
No Result
View All Result
  • Login
  • Daerah
  • Pendidikan
  • Politik
  • Ekonomi
  • Parlemen
  • Hukum Kriminal
  • Nasional
  • Lainnya
    • Olahraga
    • Ragam
    • Karya Anak Bangsa
  • Daerah
  • Pendidikan
  • Politik
  • Ekonomi
  • Parlemen
  • Hukum Kriminal
  • Nasional
  • Lainnya
    • Olahraga
    • Ragam
    • Karya Anak Bangsa
No Result
View All Result
the OPINI
No Result
View All Result
Home Ragam

Diskusi Hari Kebebasan Pers Sedunia: AI Berpotensi Digunakan untuk Sensor Karya Jurnalistik

the OPINIbythe OPINI
3 Mei 2025
in Ragam
Reading Time: 4 mins read
the OPINIbythe OPINI
3 Mei 2025
in Ragam
Reading Time: 4 mins read
Diskusi Hari Kebebasan Pers Sedunia: AI Berpotensi Digunakan untuk Sensor Karya Jurnalistik

Diskusi Interaktif yang digelar AJI Kota Palu, dengan tema "Tantangan Kecerdasan Buatan terhadap Kebebasan Pers", di Palu, Sabtu 3 Mei 2025. (Foto: Ist)

Baca Juga

Bappelitbangda Parimo Temukan Faktor Sosial Budaya Hambat Penanganan Ibu Hamil

Polsek Torue Dalami Dugaan Jaringan Sabu Usai Ringkus Dua Terduga Pelaku di Tolai

Bappelitbangda Parimo Petakan Wilayah Prioritas Penanganan Kematian Ibu dan Anak

PALU, theopini.id – Penggunaan artificial intelligence (AI) atau kecerdasan buatan, ibarat dua sisi mata uang bagi jurnalis. Sebab, bisa menjadi alat mempermudah kerja-kerja jurnalistik, bahkan ancaman terhadap kebebasan pers.

Orang-orang yang memiliki kepentingan, dapat mempergunakan AI, sebagai alat untuk mengawasi. Bahkan, menyensor ataupun memanipulasi fakta-fakta yang diungkap menggunakan kerja-kerja jurnalistik.

Baca Juga: Klinik AI Jadi Kolaborasi Terbaru Peningkatan Kapasitas Jurnalis Sulteng

Hal itu, diungkap, Yardin Hasan, praktisi jurnalisme, yang juga Ketua AJI Periode 2021-2024. Menurutnya, tidak menutup kemungkinan juga dilakukan di rezim Prabowo-Gibran.

Pernyataan ini, disampaikan Yardin saat menjadi pembicara pada Diskusi Interaktif yang digelar Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Kota Palu, dengan tema “Tantangan Kecerdasan Buatan terhadap Kebebasan Pers”, di Palu, Sabtu 3 Mei 2025.

Kegiatan diskusi dalam rangkaian peringatan Hari Kebebasan Pers Sedunia ini, juga menghadirkan Akademisi Untad, Dr Stepanus Bo’do serta Ketua Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI) Sulawesi Tengah, Muhammad Iqbal.

Yardin mengungkapkan, potensi AI digunakan untuk menjadi alat pengawasan, bahkan sensor oleh rezim sangat mudah untuk dilakukan.

Hal itu, dapat dilihat dari tindakan Prabowo Subianto yang tidak ingin ada jurnalis di ruangan kegiatan Danantara saat dirinya memberikan arahan di Jakarta beberapa waktu lalu.

“Padahal, kan yang mereka ingin bicarakan itu berkaitan dengan kepentingan publik. Ini kan gejala ancaman kebebaaan pers,” sebutnya.

Penggunaan AI, bila digunakan dengan bijak oleh jurnalis memang dapat membantu kerja-kerja jurnalistik. Sedangkan penyalahgunaannya juga tidak menutup kemungkinan dilakukan mereka sendiri.

Untuk itu, perlu etika dalam penggunaan AI di dalamnya, seperti tidak bisa merekayasa fakta yang terjadi baik dalam bentuk audio maupun visual (foto atau video).

“Intinya karya jurnalistik yang kita buat adalah bentuk tanggungjawab kita kepada publik, sehingga tidak boleh merekayasa fakta untuk kepentingan publik menggunakan AI,” tegas Founder roemahkata.com ini.

Sementata itu, Ketua AMSI Sulawesi Tengah, Muhammad Iqbal menyampaikan, sejumlah media mainstream yang bergerak di bidang digital media telah banyak melakukan pengurangan karyawan atau layoff, karena alasan pendapatan yang kemudian tugas-tugasnya digantikan oleh AI.

“Memang kita akui bahwa banyak juga tools AI yang dapat membatu jurnalis. Dan untuk media-media mau tidak mau harus mengikuti zaman. Ibarat perang, kondisi kita saat ini di belakang jurang, di depan musuh jadi memang harus fight dengan menggunakan teknologi secara bijak,” ucapnya.

Perspektif lainnya, juga disampaikan Dr Stepanus sebagai pembicara. Dia menegaskan, jurnalis adalah pencerita budaya.

Karya-karya yang ditulis oleh jurnalis, kata dia, di alam bawah sadar manusia akan menemukan segmentasinya sendiri lewat AI.

“Maka dengan AI ini lah jurnalis malah justru akan menjadi dipercaya publik, lewat analisa dan story telling yang kuat. Sehingga saya mau bilang AI tidak akan lebih baik jika tidak ada kita di dalamnya,” ucap pakar komunikasi digital ini.

Dia sepakat, AI dapat menjadi alat pengawas, bahkan sensor terhadap informasi-informasi yang tidak diinginkan pihak-pihak tertentu.

Selain itu, AI juga bisa digunaan memproduksi konten-konten menjurus pada misinformasi dan disinformasi.

Untuk itu, ia memberikan solusi perlu regulasi yang kuat terkait penggunaan AI, juga pedoman etika penggunaannya. Jurnalis maupun media harus transparan dan melebeli konten beritanya, jika menggunakan bantuan alat kecerdasan buatan tersebut.

“Media kecil juga perlu mendapat perlindungan dari platform digital untuk mencegah algoritma yang hanya mengarah kepada media-media besar,” tandas dosen Ilmu Komunikasi Untad ini.

Sementara itu, Sekretaris AJI Kota Palu, Aldrim Thalara menyampaikan, kegiatan diskusi ini juga didukung AJI Indonesia dan digelar serentak di 30an AJI kota se Indonesia dengan tema yang hampir sasama, yakni kecerdasan buatan dan kebebasan pers.

Adapun tema tersebut, diangkat karena kecerdasan buatan kini menjadi salah satu ancaman terhadap kebebasan pers, selain serangan fisik.

“Kenapa kami pilih tema ini? Karena akhir-akhir ini ancaman terhadap kebebasan pers bukan hanya datang dari serangan fisik, tapi juga dari artificial intelligence atau kecerdasan buatan,” katanya.

Menurutnya, AI dapat menjadi ancaman bila digunakan secara tidak bertanggung jawab oleh pihak-pihak berkepentingan, seperti untuk memanipulasi informasi atau membentuk kontraopini yang menyesatkan publik.

Ia juga menyoroti, isu ini menjadi perhatian serius UNESCO di tengah pesatnya perkembangan teknologi informasi global.

Diskusi tersebut dirancang sebagai sarana edukasi bagi jurnalis, mahasiswa, dan masyarakat umum agar mampu membedakan antara penggunaan AI yang membantu kerja jurnalistik dengan yang dimanfaatkan untuk manipulasi data dan penyebaran disinformasi.

Baca Juga: Aksi Unjuk Rasa KRJ-ST: Kebebasan Pers Terancam, Jurnalis Melawan

“Kalau tidak diberikan pemahaman, mereka bisa saja kesulitan membedakan mana informasi yang murni dan mana yang telah dimanipulasi menggunakan AI,” ucap Aldrim.

Diketahui, diskusi tersebut diikuti sekitar 45 peserta, terdiri dari perwakilan mahasiswa, jurnalis dari berbagai media, serta organisasi masyarakat sipil yang bergerak di bidang hak asasi manusia. 

Bagikan ini:

  • Postingan

Menyukai ini:

Suka Memuat...
Tags: #AJIIndonesia#AJIPAlu#Sulteng
Previous Post

Peringatan Hardiknas 2025, Dinas Perpustakaan Makassar Gelar Festival Literasi

Next Post

Wali Kota Makassar Kunjungi Empat Pulau Terluar dan Terpencil

the OPINI

the OPINI

Related Posts

Kapolda Sulteng Pimpin Aksi Bersih Pantai Penggaraman

Kapolda Sulteng Pimpin Aksi Bersih Pantai Penggaraman

6 November 2026
Sulteng Dapat Alokasi Pengembangan Bawang Putih 3.000 Hektare pada 2026

Sulteng Dapat Alokasi Pengembangan Bawang Putih 3.000 Hektare pada 2026

5 November 2026
Kebakaran Kebun Kelapa Dua Hektare di Moutong Berhasil Dipadamkan

Kebakaran Kebun Kelapa Dua Hektare di Moutong Berhasil Dipadamkan

5 November 2026
Kebakaran Lahan di Moutong, Api Masih Menyala dan Ancam Tanaman Warga

Kebakaran Lahan di Moutong, Api Masih Menyala dan Ancam Tanaman Warga

5 November 2026
26 Wartawan Dinyatakan Kompeten, Direktur UKW PWI Pusat Ingatkan Pentingnya Profesionalisme

26 Wartawan Dinyatakan Kompeten, Direktur UKW PWI Pusat Ingatkan Pentingnya Profesionalisme

4 November 2026
DWP Parimo Perkuat Program Organisasi, Pengurus Dua OPD Dikukuhkan

DWP Parimo Perkuat Program Organisasi, Pengurus Dua OPD Dikukuhkan

4 November 2026

ARTIKEL TERKINI

Ini Isi Surat Kemenkes Soal Perubahan Mekanisme Bappelitbangda Parimo Temukan Faktor Sosial Budaya Hambat Penanganan Ibu Hamil

Bappelitbangda Parimo Temukan Faktor Sosial Budaya Hambat Penanganan Ibu Hamil

7 November 2026
Polsek Torue Dalami Dugaan Jaringan Sabu Usai Ringkus Dua Terduga Pelaku di Tolai

Polsek Torue Dalami Dugaan Jaringan Sabu Usai Ringkus Dua Terduga Pelaku di Tolai

7 November 2026
Bappelitbangda Parimo Petakan Wilayah Prioritas Penanganan Kematian Ibu dan Anak

Bappelitbangda Parimo Petakan Wilayah Prioritas Penanganan Kematian Ibu dan Anak

7 November 2026
Bupati Parimo Salurkan 6 Ton Beras untuk Warga Terdampak Kekeringan di Tinombo

Bupati Parimo Salurkan 6 Ton Beras untuk Warga Terdampak Kekeringan di Tinombo

7 November 2026
Diduga Eksploitasi Istri, Suami di Banggai Ditetapkan sebagai Tersangka TPPO

Diduga Eksploitasi Istri, Suami di Banggai Ditetapkan sebagai Tersangka TPPO

6 November 2026
Load More

PILIHAN EDITOR

Wakapolda Sulteng Edukasi Pelajar SMA Madani tentang Bahaya Narkoba

Wakapolda Sulteng Edukasi Pelajar SMA Madani tentang Bahaya Narkoba

2 November 2026
Milad ke-7 Ponpes Alzahrul Khairat, Wagub Idah Tekankan Pendidikan Karakter Generasi Muda

Milad ke-7 Ponpes Alzahrul Khairat, Wagub Idah Tekankan Pendidikan Karakter Generasi Muda

1 November 2026
Kapolda Sulteng Pimpin Aksi Bersih Pantai Penggaraman

Kapolda Sulteng Pimpin Aksi Bersih Pantai Penggaraman

6 November 2026
BPBD Parimo Salurkan Bantuan bagi Korban Kebakaran di Bolano dan Moutong

BPBD Parimo Salurkan Bantuan bagi Korban Kebakaran di Bolano dan Moutong

2 November 2026
Festival Budaya Gampiri 2026 Libatkan 220 Siswa, Angkat Potensi Seni dan Budaya Parimo

Festival Budaya Gampiri 2026 Libatkan 220 Siswa, Angkat Potensi Seni dan Budaya Parimo

2 November 2026
  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Etik
PERS MERDEKA

© 2026 | PT. Opinion Indonesia Group

  • Login
  • Daerah
  • Pendidikan
  • Politik
  • Ekonomi
  • Parlemen
  • Hukum Kriminal
  • Nasional
  • Lainnya
    • Olahraga
    • Ragam
    • Karya Anak Bangsa

© 2026 | PT. Opinion Indonesia Group

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
%d