Wali Kota Makassar Kunjungi Empat Pulau Terluar dan Terpencil

MAKASSAR, theopini.id Wali Kota Munafri Arifuddin mengunjungi empat pulau terluar dan terpencil di Kota Makassar, Sulawesi Selatan, Minggu, 4 April 2025.

Empat Pulau tersebut, yakni Langkai, Lanjukang, Lumu-Lumu, dan Bone Tambu, Kelurahan Barrang Caddi, Kecamatan Kepulauan Sangkarang.

Baca Juga: Banggai dan Bangkep Studi Tiru di Parimo, Kunjungi PKBM Terpencil dan Tersulit

Dalam kunjungannya, ia menyoroti kondisi infrastruktur, layanan kesehatan, dan pendidikan di pulau-pulau yang dinilai sangat memprihatinkan.

Pasalnya baru tiba di dermaga, ia disambut dengan kondisi dermaga yang putus. Begitu pun dengan kondisi Puskesmas, yang seharusnya jadi tempat orang berobat, tapi justru bikin orang sakit.

Olehnya, ia menegaskan, di era pemerintahannya bersama Wakil Wali Kota Aliyah Mustika Ilham perhatian terhadap masyarakat kepulauan akan terus ditingkatkan. Mulai dari penguatan layanan dasar seperti kesehatan, pendidikan, hingga infrastruktur pendukung lainnya.

“Kami sudah melihat langsung kondisi di pulau-pulau. Ini akan menjadi prioritas pembangunan. Saya sudah sampaikan kepada dinas terkait agar dalam rancangan APBD Perubahan, perbaikan dermaga dan sekolah di pulau-pulau jadi prioritas utama,” ujarnya.

Di bidang pendidikan, Munafri menilai masih terjadi ketimpangan tenaga pengajar di wilayah kepulauan.

Ia pun berkomitmen untuk memperbaiki fasilitas pendidikan dan mendorong peningkatan akses belajar bagi anak-anak pulau.

Salah satu langkah yang direncanakan, adalah pembangunan SMA di kawasan kepulauan, melalui koordinasi dengan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan (Pemprov Sulsel).

“Kami juga akan mengkaji penambahan insentif bagi guru dan tenaga kesehatan yang bertugas di pulau-pulau,” ujarnya

Selain itu, ia menegaskan pengembangan potensi pariwisata akan berjalan seiring dengan pembangunan infrastruktur di Pulau Lanjukang, yang terkenal dengan keindahan alamnya.

Namun, hal ini tidak akan mengabaikan pemenuhan hak dasar penduduk pulau, seperti pendidikan dan kesehatan.

Sementara itu, di Pulau Lumu-Lumu, masyarakat menyampaikan keluhan terkait minimnya infrastruktur.

Mereka mengungkapkan kesulitan yang dihadapi terkait layanan listrik, fasilitas pendidikan, dan transportasi antar-pulau yang masih sangat terbatas.

“Warga bahkan mengusulkan agar wilayah mereka dijadikan kelurahan demi kemudahan akses layanan administrasi,” jelasnya.

Kondisi, serupa juga ditemukan di Pulau Bone Tambu, pulau terkecil di Kecamatan Kepulauan Sangkarrang. Di sana, fasilitas pendidikan dan ketersediaan guru dinilai jauh dari kata layak.

“Sedih rasanya melihat kondisi sekolah yang tidak jauh dari pusat kota, tapi keadaannya sangat memprihatinkan. Kami ingin anak-anak di pulau menikmati hak yang sama atas pendidikan dan kesehatan yang layak,” ujarnya.

Baca Juga: Polres Banggai Kawal Logistik Pilkada 2024 ke Wilayah Kepulauan

Dengan kunjungan ini, Pemkot Makassar berkomitmen membenahi kesenjangan pembangunan antara daratan dan wilayah kepulauan, demi mewujudkan pemerataan layanan publik bagi seluruh warganya.

“Tentu dengan kunjungan ini, pemerintah kota akan memberikan perhatian lebih kepada warga di kepulauan,” tukasnya.

Komentar