SIGI, theopini.id – Pemerintah Daerah (Pemda) Sigi, Sulawesi Tengah, terus menunjukkan keseriusannya dalam mewujudkan lingkungan yang aman dan inklusif bagi anak.
Hal ini, ditandai dengan partisipasi aktif Pemda Sigi dalam Verifikasi Lapangan Hybrid (VLH) yang digelar oleh Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPPA) pada Senin, 2 Juni 2025, sebagai bagian dari proses evaluasi kabupaten layak anak.
Baca Juga: Menuju KLA, Pemkot Samarinda Dorong Penguatan Klaster Perlindungan Khusus Anak
Verifikasi dilakukan secara hybrid, menggabungkan metode daring dan luring, guna memastikan pelibatan berbagai pihak yang berkontribusi dalam pemenuhan hak-hak anak di tingkat daerah.
Pada kesempatan ini, Pemda Sigi memaparkan capaian dan dokumen pendukung dari enam klaster indikator KLA, yang mencakup aspek kelembagaan, hak sipil dan kebebasan, lingkungan keluarga, kesehatan dasar, pendidikan, hingga perlindungan khusus.
Bupati Mohamad Rizal Intjenae, yang hadir secara virtual, menyampaikan komitmen terhadap perlindungan anak merupakan bagian dari visi pembangunan berkelanjutan di Kabupaten Sigi.
Ia menegaskan, anak harus ditempatkan sebagai subjek pembangunan yang mendapatkan ruang tumbuh yang aman dan setara.
“Pemenuhan hak anak adalah bagian penting dari investasi masa depan. Kami terus berupaya menciptakan ekosistem yang ramah, aman, dan mendukung tumbuh kembang anak-anak di Sigi,” kata Bupati Rizal.
Selain menyampaikan paparan, Pemda Sigi juga menunjukkan praktik-praktik baik yang telah dilakukan, termasuk kerja sama lintas sektor yang melibatkan masyarakat, lembaga pendidikan, layanan kesehatan, tokoh agama, serta peran aktif media dan dunia usaha.
Tim penilai dari KemenPPPA memberikan apresiasi atas langkah-langkah komprehensif yang telah diambil oleh Pemda Sigi, khususnya dalam membangun sistem perlindungan anak yang melibatkan lima pilar pembangunan KLA: pemerintah, masyarakat, dunia usaha, media, dan anak itu sendiri.
Baca Juga: Bunda PAUD Parimo: Pastikan Anak Dapat Pendidikan yang Layak
Dengan terlaksananya verifikasi ini, Pemda Sigi berharap dapat meraih predikat Kabupaten Layak Anak dan terus meningkatkan kualitas hidup anak-anak di wilayahnya.
Pemda Sigi, juga berkomitmen untuk menjadikan evaluasi ini bukan hanya sebagai penilaian administratif, tetapi sebagai refleksi atas tanggung jawab kolektif terhadap generasi masa depan.







Komentar