Gubernur Sulteng Dorong Revitalisasi Hutan Kota Jelang FORNAS 2027

PALU, theopini.id Gubernur H Anwar Hafid, menjadikan revitalisasi hutan kota sebagai salah satu prioritas demi mewujudkan Sulawesi Tengah tidak hanya menjadi tuan rumah Festival Olahraga Masyarakat Nasional (FORNAS) 2027, tetapi juga sebagai pusat budaya hidup sehat bagi masyarakat.

“Hutan kota tinggal kita benahi. Bukan cuma untuk venue FORNAS, tapi juga jadi jantung kebugaran masyarakat,” ujar Anwar Hafid saat pelantikan Pengurus Daerah KORMI Sulteng periode 2024-2028 di Kota Palu, Minggu, 29 Juni 2025.

Baca Juga: Bertemu Bupati Samsurizal, KORMI Sampaikan Eksistensinya di Parimo

Ia menegaskan, penunjukan Sulawesi Tengah sebagai tuan rumah FORNAS 2027 harus menjadi momentum besar, untuk membangun kesadaran masyarakat tentang pentingnya olahraga dan gaya hidup sehat.

“Kalau tiap sore lapangan ramai, itu tanda-tanda masyarakat sehat,” tegasnya.

Selain revitalisasi hutan kota, Gubernur Anwar juga menyoroti pentingnya percepatan pembentukan Induk Organisasi Olahraga (Inorga) di bawah naungan KORMI Sulawesi Tengah.

Saat ini baru ada 40 Inorga aktif, sementara syarat minimal untuk menjadi tuan rumah FORNAS adalah 75 Inorga.

“Ini tantangan kita. Pembentukan 35 Inorga lagi harus segera dipercepat,” katanya.

Ia bahkan berencana untuk menghadiri langsung FORNAS ke-8 di Nusa Tenggara Barat, pada Juli 2025 sebagai bagian dari lobi dan persiapan.

“Saya mesti ikut, siapa tahu kita bisa bawa pulang bendera tuan rumah untuk Sulawesi Tengah,” ujarnya optimis.

Ia juga menyampaikan, apresiasi kepada KORMI Sulawsi Tengah atas kontribusinya dalam mendukung program BERANI Sehat, yang sejalan dengan misi pemerintah membangun pondasi kesehatan masyarakat dari bawah.

Baca Juga: KORMI Parimo Sukses Gelar Fun Run 10K 2023

“Kehadiran KORMI adalah mitra strategis pemerintah untuk memasyarakatkan olahraga dan mengolahragakan masyarakat. Ini sejalan dengan visi BERANI Sehat yang kita dorong,” jelasnya.

Lebih jauh, ia berharap pelaksanaan FORNAS 2027 di Sulawesi Tengah tidak sekadar menjadi ajang olahraga, tetapi juga menjadi warisan budaya baru untuk mendorong masyarakat hidup sehat, aktif, dan produktif.

Baca berita lainnya di Google News

Komentar